Rekonstruksi Kasus Toke Karet Bengkalis Ungkap Fakta Mengerikan

Rabu, 22 April 2026 | 08:00:40 WIB
Ilustrasi by Tribratanews

iniriau.com, BENGKALIS – Kepolisian Resor Bengkalis melalui Satuan Reserse Kriminal menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap seorang pengusaha karet dan pinang, Wie Ping, di Desa Berancah, Kecamatan Bantan, Senin (21/4/2026).

Rekonstruksi ini menjadi bagian dari pendalaman perkara sebelum memasuki tahap penuntutan.
Dalam kegiatan tersebut, tersangka yang masih berusia 17 tahun memperagakan langsung rangkaian peristiwa yang terjadi.

Sedikitnya 15 adegan diperlihatkan untuk menggambarkan kronologi kejadian sejak awal hingga korban dinyatakan meninggal dunia. Proses ini turut disaksikan oleh pihak Kejaksaan Negeri Bengkalis.
Dari hasil reka ulang, diketahui pelaku memasuki rumah korban melalui area dapur saat korban tengah beraktivitas. 

Tanpa banyak interaksi, pelaku langsung melancarkan serangan fisik dengan memukul dan menguasai tubuh korban hingga terjadi pergulatan. Meski korban sempat melakukan perlawanan, intensitas serangan yang terus berlanjut membuat korban kehilangan tenaga. Dalam situasi tersebut, pelaku kemudian mengambil senjata tajam yang berada di sekitar lokasi untuk melanjutkan aksinya.

Korban mengalami sejumlah luka saat mencoba menangkis, terutama di bagian tangan. Namun pelaku tetap melanjutkan serangan dan menyeret korban kembali ke dalam dapur. 

Di lokasi itu, serangan berlanjut dengan sasaran beberapa bagian vital tubuh korban. Berdasarkan keterangan tersangka dalam rekonstruksi, korban diduga meninggal dunia setelah mengalami luka serius di bagian leher.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bengkalis, Marthalius, menyampaikan bahwa rekonstruksi dilakukan untuk menguji kesesuaian antara pengakuan tersangka dan hasil penyidikan.

“Melalui rekonstruksi ini, kami mencocokkan seluruh rangkaian peristiwa dengan fakta hukum yang telah dikumpulkan penyidik. Ini penting untuk kelengkapan berkas perkara,” jelasnya.

Rekonstruksi berlangsung dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian dan dihadiri sejumlah pihak terkait guna memastikan proses berjalan aman serta sesuai prosedur hukum.**

Tags

Terkini