Ketua Pansus PAD Riau Dorong Percepatan Investasi Lewat Jaringan Internasional UCLG ASPAC

Rabu, 06 Mei 2026 | 10:20:00 WIB
Ketua Pansus PAD Riau, H. Abdullah, saat berdiskusi bersama Ketua IKA Alumni UNRI Jabodetabek di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan (foto:Dok DPRD Riau)

iniriau.com, JAKARTA — Riau tengah menghadapi tantangan defisit anggaran sehingga diperlukan upaya serius dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, upaya tersebut dinilai tidak cukup tanpa diiringi percepatan investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Ketua Pansus PAD Riau, H. Abdullah, saat berdiskusi bersama Ketua IKA Alumni UNRI Jabodetabek di kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan. Ia menegaskan bahwa transformasi ekonomi Riau melalui hilirisasi kelapa sawit harus didukung langkah strategis, termasuk memperluas jejaring internasional.

Menurut Abdullah, rencana keterlibatan Riau dalam United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) merupakan langkah diplomasi ekonomi yang tepat untuk membuka akses investasi global.

“Ini langkah yang kami apresiasi. UCLG ASPAC adalah jaringan pemerintah daerah terbesar di Asia Pasifik. Dengan bergabung, Riau bisa memiliki panggung untuk mempromosikan potensi hilirisasi langsung ke investor internasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan sedikitnya ada empat manfaat utama jika Riau tergabung dalam jaringan tersebut. Pertama, membuka akses langsung ke investor global. Kedua, transfer teknologi dan praktik terbaik dari daerah maju di dunia. Ketiga, memperkuat kepercayaan investor melalui dukungan tokoh internasional. Keempat, meningkatkan kapasitas birokrasi daerah agar lebih profesional dan berstandar global.

“Ini bukan sekadar kerja sama, tapi percepatan menuju ekonomi bernilai tambah. Kita ingin investasi tidak hanya mengambil bahan mentah, tetapi membangun industri pengolahan di Riau,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, alumni perguruan tinggi, dan jaringan internasional dalam membangun daerah. Sementara itu, inisiator pertemuan, Agus, menyampaikan bahwa Riau memiliki potensi besar untuk menjadi pusat hilirisasi di Indonesia.

“Riau punya sumber daya alam melimpah dan posisi strategis di Selat Malaka. Dengan pengelolaan yang tepat, Riau bisa menjadi pusat ekonomi yang bersaing di tingkat regional,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah memperkuat keanggotaan Riau di UCLG ASPAC serta membentuk tim percepatan investasi daerah agar koordinasi dengan investor menjadi lebih terarah.

"Tujuannya agar Riau lebih dikenal sebagai destinasi investasi hilirisasi yang memiliki standar tata kelola global,” pungkasnya.**

Tags

Terkini