BMKG: Cuaca di Riau Relatif Kondusif, Hotspot Muncul di Tiga Kabupaten

Sabtu, 30 Mei 2026 | 09:16:00 WIB
Ilustrasi by Freepik

iniriau.com, PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprakirakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Riau pada Sabtu (30/5/2026) didominasi cerah berawan hingga berawan. Meski cuaca cenderung kondusif, hujan ringan masih berpotensi terjadi di beberapa daerah.

Forecaster BMKG Pekanbaru, Deby C, menyampaikan pada pagi hari hujan dengan intensitas ringan sampai sedang terpantau terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Bengkalis. Sementara wilayah lainnya umumnya berada dalam kondisi cerah berawan.

Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan diperkirakan berpotensi turun di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan. Sedangkan pada malam hingga dini hari, cuaca diprakirakan berkisar antara kabur hingga berawan dengan peluang hujan ringan di sebagian Kota Pekanbaru.

“Secara umum tidak terdapat peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau hari ini,” ujar Deby, Sabtu (30/5/2026).

BMKG mencatat suhu udara di Riau berada pada kisaran 23 sampai 35 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara antara 55 hingga 99 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat dengan kecepatan 10 sampai 30 kilometer per jam.

Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang laut di wilayah Riau diperkirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau berada pada kategori rendah. Kondisi tersebut dinilai masih aman bagi aktivitas pelayaran.

Selain prakiraan cuaca, BMKG juga memantau keberadaan titik panas di sejumlah wilayah Sumatera. Total terdapat 279 hotspot yang terdeteksi di Pulau Sumatera.
Aceh menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak yakni 98 titik, disusul Sumatera Selatan 96 titik dan Bengkulu sebanyak 32 titik.

Sementara di Provinsi Riau terpantau delapan titik panas yang tersebar di tiga kabupaten. Rinciannya, empat titik di Kabupaten Pelalawan, tiga titik di Kabupaten Rokan Hilir, serta satu titik di Kabupaten Kuantan Singingi.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah yang terdeteksi memiliki titik panas.**

Tags

Terkini