Nilai Tukar Rupiah Melemah, Ekonom UNRI Imbau Warga Bijak Belanja

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Ekonom UNRI Imbau Warga Bijak Belanja
Ekonom Riau Dahlan Tampubolon, Sabtu (30/5). Foto - Astrid

iniriau.com, Pekanbaru - Ekonom Riau Dahlan Tampubolon mengingatkan masyarakat agar tidak gegabah dalam menghadapi nilai tukar rupiah yang hampir mendekati Rp 18.000,- per US$ 1.

Dahlan mengingatkan agar masyarakat tetap berpikir positif jika sekiranya nilai tukar rupiah mencapai Rp 18.000,- per dollar Amerika Serikat.

"Jangan gegabah, dollar memang sedang perkasa, hampir mencapai Rp 18.000,- per dollarnya. Namun, ini bukan berarti dunia mau kiamat besoknya, jangan panik lantas berbondong-bondong tarik uang di bank, dan jangan borong sembako, sikap tersebut malah akan menghancurkan perekonomian kita," kata Dahlan kepada iniriau.com, Sabtu (30/5) di Pekanbaru.

Dosen di Fakultas Ekonomi UNRI itu meminta masyarakat agar lebih bijaksana dalam membelanjakan uang (money spending). Dahlan meminta agar pelaku usaha juga mulai mempertimbangkan penggunaan produk lokal.

"Berhemat, stop dulu beli barang - barang tidak perlu, khususnya produk impor seperti gadget dan barang mewah lainnya karena harganya naik ikut kurs dollar. Untuk pelaku usaha stop gunakan produk impor jika produk lokal juga sama kualitasnya. Itu juga memberikan support terhadap produk anak bangsa," lanjut Dahlan lagi.

Ekonom Riau itu juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoax. Informasi hoax itu sengaja disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Ia menegaskan agar masyarakat melakukan cross check atas informasi tertentu.

Masyarakat diminta tetap percaya jika saat ini pemerintah dan Bank Indonesia juga tidak tinggal diam dan bekerja keras agar nilai tukar rupiah kembali stabil. Terakhir, ia mengajak masyarakat untuk memperat rasa gotong royong diantara sesama warga.

"Tetap percaya jika pemerintah dan Bank Indonesia berupaya agar nilai tukar rupiah kembali stabil. Lalu, perkuat rasa gotong royong membantu satu sama lain, dan jangan egois di situasi sulit ini. Jika kita bersatu, badai ekonomi ini bisa kita lewati bersama," tutupnya mengakhiri penjelasan.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index