Beruang Madu Muncul di Kebun Sawit Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Ahad, 31 Mei 2026 | 19:00:39 WIB
BBKSDA Riau memasang kandang jebak atau box trap pada Sabtu (30/5/2026) - foto : BBKSDA

iniriau.com, PELALAWAN – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bergerak cepat menindaklanjuti laporan kemunculan seekor beruang madu di wilayah Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan.

Kemunculan satwa liar dilindungi tersebut sempat membuat warga waspada karena berada tidak jauh dari area permukiman dan kebun masyarakat.

Informasi awal diterima dari pihak Kelurahan Kerumutan. Setelah laporan masuk, Tim Resor KSDA Kerumutan Selatan bersama Resor KSDA Kerumutan Tengah langsung turun ke lapangan guna melakukan pemantauan dan langkah penanganan.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menyebutkan petugas telah memasang kandang jebak atau box trap pada Sabtu (30/5/2026) sebagai upaya evakuasi satwa apabila kembali muncul di sekitar lokasi warga.

“Hingga saat ini beruang madu tersebut belum masuk ke perangkap yang dipasang tim,” katanya.

Dari hasil pemantauan terbaru, tidak ditemukan lagi aktivitas beruang di sekitar permukiman sejak malam sebelumnya. Warga juga belum memberikan laporan lanjutan terkait keberadaan satwa tersebut.

Meski kondisi mulai kondusif, BBKSDA Riau tetap melakukan pengawasan intensif untuk mengantisipasi kemungkinan satwa kembali muncul di sekitar kebun dan lingkungan masyarakat.

Berdasarkan identifikasi petugas, lokasi kemunculan beruang berada di area perkebunan kelapa sawit milik warga yang berada cukup jauh dari kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan.

Selain melakukan pemantauan, tim juga terus berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat dan masyarakat guna mempercepat penyampaian informasi apabila satwa kembali terlihat.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat agar tidak panik dan menghindari tindakan yang dapat memicu agresivitas satwa liar. Warga diminta segera melapor kepada petugas apabila kembali menemukan keberadaan beruang madu di sekitar kawasan permukiman.

Upaya mitigasi ini dilakukan sebagai langkah pencegahan konflik manusia dan satwa liar sekaligus menjaga kelestarian beruang madu yang merupakan salah satu satwa dilindungi di Indonesia.**

Tags

Terkini