Ketum ABPEDNAS Puji Pidato Prabowo soal Desa dan Rumah Rakyat

Senin, 17 Agustus 2026 | 06:47:00 WIB
Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indonesia sekaligus Presiden AREA Indonesia, Indra Utama (foto:Dok ABPEDNAS)

iniriau.com, JAKARTA — Pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto mendapat apresiasi dari Ketua Umum DPP ABPEDNAS Indonesia sekaligus Presiden AREA Indonesia, Indra Utama.

Indra menilai pesan yang disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026 memperlihatkan arah pembangunan yang semakin memberi perhatian pada desa serta kebutuhan hunian masyarakat.

Menurut Indra, penguatan desa harus menjadi bagian dari strategi memperluas pertumbuhan ekonomi. Kebijakan seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, pengembangan desa nelayan, pemberdayaan UMKM serta penguatan sektor pertanian dan perikanan dinilai dapat membuka lebih banyak aktivitas ekonomi di daerah.

“Desa harus menjadi pelaku utama pembangunan. Potensi produksi, perdagangan dan lapangan kerja harus terus dikembangkan dari desa,” kata Indra dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Ia juga menilai peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perlu diperkuat. BPD, kata dia, tidak hanya menjalankan fungsi kelembagaan, tetapi juga menjadi penghubung aspirasi masyarakat sekaligus ikut mengawasi pembangunan desa.

Indra menyebut target pemerintah mengoptimalkan 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada akhir 2026 sebagai langkah penting untuk memperkuat rantai ekonomi masyarakat desa.

Selain desa, Indra memberikan perhatian terhadap agenda penyediaan rumah layak bagi masyarakat.

Ia menilai kebijakan perumahan memiliki dampak luas karena tidak hanya menyangkut kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga berkaitan dengan kualitas kehidupan dan ketahanan keluarga.

“Rumah bukan sekadar bangunan. Di sanalah keluarga membangun kehidupan, anak-anak tumbuh dan masa depan dipersiapkan,” ujarnya.

Indra menyebut pemerintah hingga 30 Juni 2026 telah membantu renovasi 83.907 rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Sementara itu, program FLPP telah menjangkau hampir 100.000 rumah dan kredit program perumahan mencapai 90.878 debitur.

Menurutnya, percepatan pembangunan rumah rakyat membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah, pemerintah daerah, pengembang, perbankan, lembaga pembiayaan hingga pelaku usaha harus berada dalam satu ekosistem.

Sebagai Presiden AREA Indonesia, Indra menyatakan kesiapan organisasinya ikut mendorong peningkatan profesionalisme pelaku industri properti.

“Ekosistem perumahan harus dibangun secara profesional, transparan dan berkelanjutan agar program rumah rakyat dapat memberikan manfaat maksimal,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan perumahan juga berpotensi menggerakkan banyak sektor ekonomi, mulai dari konstruksi, bahan bangunan, pembiayaan hingga usaha mikro dan perdagangan.

Indra memastikan ABPEDNAS akan terus mendorong peningkatan kapasitas BPD di seluruh Indonesia.

Ia berharap perhatian pemerintah terhadap desa dan perumahan tidak berhenti pada kebijakan pusat, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat di tingkat bawah.

“Harapannya desa semakin produktif, ekonomi masyarakat semakin kuat dan semakin banyak keluarga yang memiliki rumah layak. Ketika desa dan keluarga kuat, fondasi Indonesia juga semakin kokoh,” tutup Indra.**

Tags

Terkini