Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Riau, Bantu Redam Kebakaran Lahan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:53:47 WIB
Ilustrasi by Freepik

iniriau.com, PEKANBARU — Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Provinsi Riau menjadi harapan di tengah masih tingginya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Guyuran hujan dinilai dapat membantu membasahi vegetasi dan permukaan tanah, sehingga mendukung proses pemadaman serta pendinginan lahan yang sebelumnya terbakar.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan peluang hujan masih terbuka di sejumlah wilayah Riau pada Rabu (26/8/2026).

“Pagi hari hujan ringan hingga sedang terpantau di sebagian wilayah Bengkalis, Siak, dan Kampar berdasarkan citra radar cuaca,” kata Ranti.

Ia menjelaskan, potensi hujan kembali meluas pada sore hingga malam hari. Hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di Siak, Bengkalis, Rokan Hulu, Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Pelalawan, dan Kota Pekanbaru.

“Untuk sore hingga malam hari, hujan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Riau. Namun, kondisi cuaca tetap bersifat lokal sehingga tidak semua daerah akan mendapatkan hujan dengan intensitas yang sama,” jelasnya.

Menurut Ranti, masyarakat tetap perlu memperhatikan potensi cuaca buruk karena sebagian wilayah Riau berpeluang mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

“Waspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, khususnya pada malam hari,” ujarnya.

Di tengah peluang hujan tersebut, ancaman karhutla masih cukup tinggi. BMKG mencatat 223 titik panas atau hotspot terdeteksi di Riau hingga Selasa (25/8/2026) pukul 23.00 WIB.

Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 91 titik. Kemudian Indragiri Hilir sebanyak 45 titik dan Bengkalis 35 titik.

Kondisi tersebut menunjukkan hujan yang turun belum cukup menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Penanganan dan pemantauan titik api tetap diperlukan, terutama di wilayah yang masih memiliki hotspot tinggi.

Hujan yang turun diharapkan dapat membantu petugas dalam proses pemadaman dan pendinginan. Lahan yang kembali lembap juga berpotensi mengurangi kondisi kering yang selama ini mempercepat penyebaran api.

“Masyarakat tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan bagi daerah yang masih terdampak karhutla, upaya pemadaman serta pendinginan harus terus dilakukan,” pungkas Ranti.**

Tags

Terkini