Kebakaran Lahan Meluas, Pemprov Riau Perkuat Layanan Kesehatan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 22:19:07 WIB
Ilustrasi (foto:AI)

iniriau com, PEKANBARU — Pemerintah Provinsi Riau memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman gangguan kesehatan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dinas Kesehatan Riau menyiapkan posko kesehatan sekaligus rumah oksigen yang dapat dioperasikan sewaktu-waktu apabila kondisi udara semakin memburuk.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan kedua fasilitas tersebut sudah dipersiapkan di lingkungan Dinas Kesehatan Riau. Meski demikian, aktivasi layanan akan disesuaikan dengan perkembangan karhutla dan kualitas udara.

"Fasilitasnya sudah kita siapkan. Untuk pengoperasiannya, kita tetap melihat situasi dan perkembangan di lapangan," kata Zulkifli, Kamis (27/8/2026).

Posko kesehatan nantinya diperkuat tenaga medis, obat-obatan serta ambulans. Fasilitas ini dipersiapkan untuk memberikan pertolongan kepada warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap maupun membutuhkan penanganan medis segera.

Sementara rumah oksigen disiapkan sebagai fasilitas pendukung bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen ketika kualitas udara berada pada kondisi yang mengkhawatirkan.

Menurut Zulkifli, Dinas Kesehatan Riau terus berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan di kabupaten dan kota. Pemantauan kondisi kesehatan masyarakat juga dilakukan seiring meningkatnya aktivitas karhutla di sejumlah daerah.

"Kita terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan semua pihak, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," ujarnya.

Zulkifli meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok yang lebih rentan terhadap paparan asap, seperti penderita asma, warga dengan riwayat penyakit pernapasan, ibu hamil, bayi dan anak-anak.

Ia mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan.

"Kalau tidak ada keperluan mendesak, sebaiknya tidak keluar rumah. Bagi masyarakat yang rentan, kami imbau menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan," katanya.

Dinas Kesehatan Riau juga meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari rumah sakit pemerintah maupun swasta, puskesmas, klinik hingga puskesmas pembantu meningkatkan kesiapsiagaan.

Warga yang mengalami sesak napas, batuk, iritasi mata atau keluhan lain yang diduga berkaitan dengan paparan asap diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Zulkifli memastikan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai biaya pelayanan kesehatan.

"Masyarakat tidak perlu ragu untuk mengecek kesehatannya di tempat pelayanan kesehatan terdekat. Tidak perlu membayar karena kita sudah menerapkan UHC," jelasnya.

Selain menyiapkan layanan kesehatan, Pemprov Riau juga mempercepat distribusi masker ke wilayah yang terdampak karhutla.

Di Pelalawan, sebanyak 18 ribu masker telah disalurkan bersama dukungan dua unit oksigen. Bantuan masker juga disiapkan untuk sejumlah daerah lain, masing-masing 4 ribu masker untuk Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar dan Rokan Hilir.

Untuk Kota Pekanbaru, pemerintah telah mendistribusikan sekitar 12 ribu masker. Pembagian dilakukan di sejumlah titik yang ramai dilalui masyarakat, di antaranya kawasan Tugu Zapin Jalan Sudirman, Simpang Tiga, Pasar Pagi Arengka, Jalan Garuda Sakti, kawasan Melur dan Jalan Riau.

Sebanyak 2 ribu masker lainnya turut dibagikan di kawasan Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto.

Zulkifli menegaskan seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan risiko kesehatan akibat paparan asap karhutla.

"Yang terpenting masyarakat menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan akibat asap," pungkasnya.

Sementara itu, kondisi udara di Pekanbaru kembali menunjukkan penurunan pada Kamis malam. Berdasarkan pemantauan ISPU Kementerian Lingkungan Hidup pada pukul 19.00 WIB, konsentrasi PM2.5 meningkat hingga membuat indeks kualitas udara berada pada angka 155 atau kategori tidak sehat.

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Pelalawan yang mencatat ISPU 156 dan masuk kategori tidak sehat.

Masyarakat pun diminta tidak mengabaikan kondisi udara dan segera membatasi paparan asap, khususnya bagi kelompok rentan.**

Tags

Terkini