PWI Riau Umumkan Karya Terbaik LKTJ Raja Ali Kelana 2026

Selasa, 15 September 2026 | 13:53:16 WIB
Kadis Kominfo Riau Supriadi menyerahkan hadiah pada pemenang LKTJ Raja Ali Kelana 2026, Fitriadisyam (foto:Dok PWI Riau)

iniriau.com, PEKANBARU – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau mengumumkan pemenang Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) Raja Ali Kelana 2026 dalam kegiatan yang digelar di Sekretariat PWI Riau, Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).

Pada kompetisi jurnalistik yang mengusung tema “Energi Terbarukan dan Lingkungan Hijau” tersebut, Fithriady Syam berhasil meraih posisi terbaik setelah melalui proses penilaian dewan juri terhadap karya-karya yang masuk hingga batas akhir pengumpulan pada 15 Agustus 2026.

Pengumuman pemenang disampaikan oleh anggota dewan juri, Harry B Koriun. Selain menetapkan juara utama, panitia juga memberikan apresiasi kepada lima nominator, yakni Andy Indrayanto, Bambang Prayetno, Henny Elyati, M Rio Aldo, dan Zulfadhli.

Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar mengatakan, pengumuman pemenang tahun ini sengaja dirangkaikan dengan diskusi bertajuk “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau” yang diikuti puluhan pimpinan media di Provinsi Riau.

“Sekitar 50 pemimpin redaksi hadir dalam kegiatan ini. Penyerahan hadiah biasanya dilakukan secara seremonial, namun kali ini kami menggabungkannya dengan forum diskusi agar lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas,” kata Raja Isyam.

Menurutnya, LKTJ Raja Ali Kelana menjadi salah satu sarana untuk mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik yang berkualitas sekaligus meningkatkan kepedulian insan pers terhadap isu lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Riau Supriyadi, perwakilan Radio Republik Indonesia (RRI), mitra kerja PWI, serta para pemimpin redaksi dari berbagai media.

Dalam sesi diskusi, Raja Isyam juga menyinggung tantangan yang masih dihadapi dunia pers, termasuk munculnya oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan namun menjalankan praktik yang bertentangan dengan etika jurnalistik.

“Masih ada pihak yang menggunakan identitas wartawan untuk melakukan tindakan yang tidak profesional. Ini menjadi tantangan bersama yang harus disikapi oleh insan pers,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfotik Riau Supriyadi menilai perkembangan media di daerah perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas dan profesionalisme wartawan.

“Pertumbuhan media di Riau cukup pesat. Karena itu diperlukan wadah organisasi yang dapat menjadi ruang berdiskusi dan memperkuat kompetensi insan pers,” katanya.

Diskusi menghadirkan Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru Erwin Ardian dan akademisi sekaligus peneliti Suyanto sebagai narasumber. Keduanya membahas berbagai isu terkait perkembangan industri media, profesionalisme wartawan, serta pentingnya menjaga etika jurnalistik di tengah perubahan lanskap media digital.**

Tags

Terkini