PT ORI Mulai Investasi Rp1,6 Triliun di KITB, Bupati Afni: InsyaAllah akan Banyak Lagi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:31:00 WIB
Bupati Siak Afni Zulkifli saat dimulainya pekerjaan pembangunan fasilitas industri di kawasan KITB, Kamis (8/10/2026) - foto: Humas Pemkab Siak

iniriau.com, SIAK — Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) Kabupaten Siak kembali mendapat suntikan investasi. PT Oriental Resources Indonesia (ORI) mulai merealisasikan rencana penanaman modal dengan total nilai investasi yang diproyeksikan mencapai Rp1,6 triliun.

Realisasi investasi perusahaan berstatus Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) itu ditandai dengan 

Dari total investasi tersebut, tahap awal pembangunan diperkirakan bernilai Rp800 miliar. Sementara Rp800 miliar lainnya disiapkan untuk pengembangan lanjutan.

Bupati Siak Afni mengatakan masuknya PT ORI menjadi momentum penting bagi pengembangan KITB sekaligus perekonomian daerah.

Menurutnya, investasi PT ORI merupakan industri berbasis pengolahan yang kedua diresmikan selama masa pemerintahannya setelah sebelumnya hadir industri galangan kapal.

"PT ORI adalah investasi berbasis industri kedua yang kita resmikan di KITB di masa pemerintahan kami. Sebelumnya ada industri galangan kapal. Menjadi kado HUT Siak ke-27 tahun, dan penanda bahwa BUMD KITB Siak sedang menjadi sentral ekonomi baru di Sumatera," kata Afni.

Ia berharap perkembangan KITB mendapat dukungan seluruh pihak sehingga kawasan tersebut benar-benar mampu menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru di Siak.

Pada tahap awal, PT ORI akan membangun sejumlah fasilitas utama. Di antaranya storage tank, refinery plant berkapasitas 1.100 ton per hari (TPD), fasilitas biofuel enzymatic berkapasitas 1.000 TPD, pabrik kelapa sawit (PKS) berkapasitas 45 ton per jam, serta Jetty atau Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Pembangunan juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti Water Treatment Plant (WTP), fasilitas biogas, Wastewater Treatment Plant (WWTP), workshop dan gudang.

Sejumlah pekerjaan awal di lokasi proyek saat ini telah berjalan. Di antaranya penimbunan dan pematangan lahan serta pemancangan spun pile sebagai bagian dari persiapan pembangunan infrastruktur industri.

Afni menegaskan pemerintah daerah ingin memastikan investasi yang masuk ke Siak tidak berhenti pada seremoni peresmian, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk pembangunan dan kegiatan usaha.

"Saya tidak mau peresmian hanya gunting pita, tapi investasinya harus benar-benar ada dan nyata. PT ORI juga menjadi investasi pertama berbasis hilirisasi kelapa sawit, termasuk B50," ujarnya.

Menurut Afni, keberadaan fasilitas pengolahan di KITB diharapkan membuat sejumlah proses industri kelapa sawit, termasuk pengolahan CPO dan kegiatan ekspor, dapat dilakukan dari kawasan tersebut.

Ia juga optimistis investasi PT ORI akan diikuti investor lainnya. Pemkab Siak, kata dia, akan terus mendorong terciptanya iklim investasi yang mendukung pertumbuhan industri di KITB.

"Ini menjadi sejarah baru bagi Siak dan insyaAllah akan banyak lagi investasi yang masuk ke KITB setelah ini. Pelabuhan yang ambruk juga insyaAllah akan kita bangun kembali," katanya.

Selain mendorong investasi, Pemkab Siak juga menaruh perhatian pada penyerapan tenaga kerja lokal. Afni menegaskan tenaga kerja asal Siak harus menjadi bagian utama dari aktivitas industri yang berkembang di KITB.

"Tenaga kerja wajib hukumnya putra putri Siak. Kalaupun ada tim teknis dari luar, harus ada transfer knowledge, sehingga rakyat Siak tak lagi jadi penonton di negerinya sendiri," tegasnya.

Masuknya investasi tersebut juga dipandang sebagai salah satu upaya pemerintah daerah menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah tekanan fiskal akibat berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) serta penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) migas.

"Siak adalah Negeri bertuah. InsyaAllah dengan kolaborasi semua pihak dan kemudahan berinvestasi, akan banyak alternatif ekonomi baru yang kita siapkan bagi rakyat Siak hari ini dan di masa depan," ujar Afni.

Sementara itu, General Manager PT Oriental Resources Indonesia, Sutiman, mengatakan pembangunan fasilitas di KITB merupakan bagian dari strategi perusahaan mengembangkan industri berbasis komoditas kelapa sawit dan produk turunannya.

Ia menyebut pemilihan KITB juga berkaitan dengan potensi kawasan tersebut dalam mendukung kegiatan industri dan pengembangan rantai pasok.

"Investasi ini merupakan komitmen PT Oriental Resources Indonesia untuk berkontribusi terhadap pengembangan hilirisasi industri di Provinsi Riau, khususnya melalui pembangunan fasilitas pengolahan dan pendukungnya di Kawasan Industri Tanjung Buton di Kabupaten Siak," kata Sutiman.

Selain proyek tahap awal, PT ORI telah menyiapkan investasi lanjutan senilai sekitar Rp800 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan fasilitas pengolahan minyak turunan yang diperuntukkan bagi produk makanan, termasuk margarine dan special fats.

Dengan demikian, keseluruhan rencana investasi PT ORI di KITB mencapai sekitar Rp1,6 triliun. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kesiapan proyek, kebutuhan industri dan ketentuan yang berlaku.

Kehadiran PT ORI diharapkan memperkuat ekosistem industri di KITB, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi dan membuka peluang kerja serta usaha baru bagi masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaan proyek, perusahaan menyatakan akan memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan dan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku.**

Tags

Terkini