Bupati Afni Jenguk Arwin AS, Minta Doa Berjuang DBH Migas Siak ke Kemenkeu

Bupati Afni Jenguk Arwin AS, Minta Doa Berjuang DBH Migas Siak ke Kemenkeu
Bupati Siak Afni Zulkifli menjenguk Bupati Siak pertama yang terpilih secara demokratis, Arwin AS (foto:Humas Pemkab Siak)

iniriau com, PEKANBARU — Bupati Siak Afni Zulkifli menjenguk Bupati Siak pertama yang terpilih secara demokratis, Arwin AS, sebelum berangkat ke Jakarta, Minggu (4/10/2026).

Pertemuan tersebut dilakukan Afni untuk meminta doa dan restu sebelum bersama pimpinan serta anggota DPRD Siak bertemu jajaran Kementerian Keuangan RI pada Senin (5/10/2026).

Agenda utama pertemuan itu yakni membahas Dana Bagi Hasil (DBH) minyak dan gas bumi (migas) Siak. Afni ingin meminta penjelasan langsung terkait formula pembagian DBH Migas tahun 2027 yang diproyeksikan mengalami penurunan hingga sekitar 70 persen.

“Besok kami akan diterima oleh Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI. Kami akan menanyakan rumus pengurangan hak rakyat Siak dalam bentuk DBH Migas tahun 2027 yang diproyeksikan dipangkas lagi 70 persen,” kata Afni.

Menurut Afni, persoalan DBH Migas menjadi hal penting karena berkaitan dengan penerimaan daerah penghasil sumber daya alam. Karena itu, pemerintah daerah bersama DPRD Siak memilih menyampaikan persoalan tersebut secara langsung kepada pemerintah pusat.

Sebelum bertolak ke Jakarta, Afni juga menyempatkan diri menjenguk Arwin AS yang sedang sakit. Ia menyebut Arwin sebagai salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Siak.

“Beliau adalah tokoh besar pembangunan Siak. Ayahanda Arwin AS, Bupati Siak pertama yang terpilih secara demokratis,” ujarnya.

Afni mengungkapkan, kedekatannya dengan Arwin tidak hanya sebatas hubungan sebagai sesama tokoh pemerintahan. Ia menyebut hubungan keduanya sudah seperti anak dan ayah.

Dalam pertemuan itu, Arwin kembali bercerita mengenai perjalanan pembangunan Siak sejak daerah tersebut resmi menjadi kabupaten pada 1999. Pesan Arwin kepada Afni pun menjadi bekal sebelum menghadapi pertemuan dengan pemerintah pusat.

“Berjuanglah, jangan menyerah. Berjuanglah. Diiringi dengan doa,” kata Afni menirukan pesan Arwin.

Afni menilai perjuangan DBH Migas harus dilakukan dengan tetap mengedepankan komunikasi dan sikap santun. Ia juga menyinggung sejarah panjang kontribusi Siak terhadap Indonesia melalui sumber daya alam yang dimilikinya.

Ia mempertanyakan besarnya DBH yang akan diterima Siak apabila proyeksi penurunan tersebut benar-benar terjadi. Afni menyebut DBH Siak sebelumnya pernah mencapai sekitar Rp600 miliar, sedangkan proyeksi tahun depan berada di kisaran Rp36 miliar.

“Dari dulu pernah tembus Rp600 miliar, apakah pantas DBH Siak tahun depan hanya akan dibagi sekitar Rp36 miliar?” tanyanya.

Menurut Afni, persoalan tersebut akan dibawa langsung dalam pembahasan bersama Kementerian Keuangan. Ia berharap pemerintah pusat memberikan penjelasan mengenai dasar perhitungan sekaligus formula pembagian DBH Migas bagi Siak.

“InsyaAllah semuanya besok akan kami tanyakan,” tegasnya.

Afni menambahkan, delegasi Siak akan tetap membawa semangat adat Melayu dalam menyampaikan aspirasi. Menurutnya, perjuangan kepentingan daerah harus dilakukan dengan cara yang santun dan mengedepankan tabayyun.

“Meski kami datang tak membawa tepak, tapi sepuluh jari akan kami katupkan. Meski kami tak memakai tenun dan tanjak, rasa takzim akan kami dahulukan. Ber-tabayyun akan kami tuntunkan,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Afni meminta masyarakat mendoakan kesembuhan Arwin AS. Ia juga berharap perjuangan delegasi Siak di Kementerian Keuangan mendapat jawaban yang dapat memberikan kejelasan mengenai DBH Migas.

“Doakan semoga Ayanda Arwin AS sehat kembali. Sedangkan untuk perjuangan kami esok di Kementerian Keuangan, mohon doakan semoga mendapat jawaban yang berkeadilan,” pungkasnya.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index