Iniriau.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memutuskan membatalkan vakin Covid-19 berbayar bagi individu yang sebelumnya direncanakan akan disalurkan melalui Kimia Farma. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 16 Juli 2021.
"Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut," kata Pramono dalam keterangannya.
Dengan demikian, seluruh vaksinasi akan tetap menggunakan mekanisme seperti yang telah berjalan saat ini yakni gratis bagi seluruh masyarakat.
"Semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan seperti yang disampaikan 9oleh Bapak Presiden sebelumnya," kata Pramono.
Sementara itu, terkait dengan Vaksinasi Gotong Royong, mekanismenya tetap dilakukan melalui perusahaan di mana perusahaan yang akan menanggung seluruh biaya vaksinasi bagi karyawannya.
"Sehingga dengan demikian mekanisme untuk seluruh vaksin, baik itu yang gotong royong maupun yang sekarang mekanisme sudah berjalan digratiskan oleh pemerintah," kata dia.**
Sumber: Tempo
Pemerintah Batalkan Vaksin Berbayar
Redaksi
Sabtu, 17 Juli 2021 - 10:10:13 WIB
Ilustrasi
Pilihan Redaksi
IndexBerkat PHR, Warga Minas Ciptakan Kemandirian Ekonomi Lewat Budidaya Lele
Gelar Media Gathering, BPJS Kesehatan Singgung Pengnonaktifan Kepesertaan
1 Januari 2026, Parkir di Alfamart Gratis
DPRD dan Pemko Pekanbaru Teken MoU KUA-PPAS APBD 2026 Senilai Rp 3,049 Triliun
Puncak Milad Muhammadiyah ke-113 dan UMAM ke-4 Dihadiri Raja Muda Perlis
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Nasional
Pastikan Pasokan Energi Nasional, Komisi VI DPR RI Tinjau Inovasi CEOR Minas
Jumat, 19 Juni 2026 - 12:23:45 Wib Nasional
SMSI dan MA Jajaki Kerja Sama Pendidikan Mediator Bersertifikat
Kamis, 18 Juni 2026 - 07:21:04 Wib Nasional
Berkat PHR, Warga Minas Ciptakan Kemandirian Ekonomi Lewat Budidaya Lele
Senin, 15 Juni 2026 - 16:17:40 Wib Nasional
Berkat Program PPM Pertamina EP, Petani Cabai Penyintas Banjir Sumatera Bangkit
Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:50:03 Wib Nasional