iniriau.com, Kuansing – Warga Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi, kembali mengeluhkan maraknya aktivitas pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 13.295.629 Desa Koto Gunung, Senin (5/1/2026). Praktik tersebut diduga kuat menjadi penyebab antrean panjang dan kelangkaan BBM bersubsidi.
Antrean kendaraan, terutama sepeda motor dengan tangki yang telah dimodifikasi, terlihat mendominasi area SPBU. Kondisi ini membuat masyarakat umum kesulitan memperoleh BBM jenis Pertalite maupun Solar, bahkan untuk kebutuhan harian.
- Baca Juga Pertemuan Elit Belum Bernama Riau
Seorang warga mengaku harus menunggu lama hanya untuk mendapatkan BBM dalam jumlah terbatas. “Untuk beli dua liter saja antreannya panjang. Motor pelangsir malah seperti diprioritaskan,” keluhnya.
Akibat sulitnya mendapatkan BBM di SPBU, sebagian warga terpaksa membeli BBM eceran di pinggir jalan dengan harga lebih tinggi. Warga juga menyebut aktivitas pelangsiran tersebut berlangsung hampir setiap hari tanpa pengawasan berarti.
“Kendaraan yang antre itu-itu saja. Kami heran kenapa tidak ada penertiban,” ujar warga lainnya. Masyarakat meminta pemerintah daerah bersama aparat kepolisian, khususnya Polsek Kuantan Mudik, segera turun tangan menertibkan kendaraan pelangsir. Mereka menilai praktik tersebut merugikan masyarakat dan berpotensi menjadi penyelewengan BBM bersubsidi.
Sesuai ketentuan, SPBU yang melayani pengisian BBM menggunakan jeriken atau kendaraan pelangsir tanpa rekomendasi resmi dapat dikenai sanksi administratif hingga penghentian suplai. Sementara pelaku penimbunan BBM bersubsidi dapat dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman pidana.**