iniriau.com, Pekanbaru - Ditengah eskalasi konflik di Timur Tengah, ER Tour & Travel Umroh tetap akan memberangkatkan jamaahnya untuk melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci. Jamaah umroh yang akan berangkat pada akhir Maret 2026 tersebut berjumlah 47 orang.
Hal ini disampaikan manager ER Tour & Travel Devliyingki Jesrawan, Kamis (5/3) di kantor perusahaan perjalanan umroh itu di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru.
"Ya, kita semua tahu untuk saat ini situasi di Timur Tengah sedang tidak kondusif. Namun, kita tetap akan memberangkatkan jamaah umroh pada 25 Maret 2026 mendatang. Insyaallah, semuanya masih bisa berjalan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan," kata Yingki saat diwawancara iniriau.com, Kamis siang.
Yingki mengatakan untuk keberangkatan jamaahnya nanti, perusahaannya tidak menggunakan penerbangan transit, namun langsung ke tanah suci.
"Biasanya penerbangan yang agak tertunda itu karena pesawatnya transit. Tapi kalau kita langsung berangkat dari Pekanbaru - Malaysia - Jeddah. Jadi, tidak ada yang transit," lanjut Yingki menjelaskan.
Saat ditanya mengenai 21 jamaah yang tertunda kepulangannya karena konflik di Timur Tengah, Yingki menjelaskan jika pihak perusahaan sudah mengusahakan jadwal kepulangan jamaahnya tersebut.
*Ada 21 jamaah umroh asal yang tertunda kepulangannya karena konflik di Timur Tengah kemarin. Sudah kita atur ulang, dan alhamdulilah semua jamaah kita dalam kondisi baik dan aman," tutup Yingki mengakhiri wawancara.
21 jamaah umroh yang tertunda kepulangannya tersebut adalah jamaah umroh asal kota Pekanbaru. Para jamaah umroh tersebut diperkirakan akan sampai di tanah air pada 7 Maret 2026 mendatang.**