iniriau.com, PEKANBARU – Pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Provinsi Riau akan dikemas dalam sebuah perhelatan budaya bertajuk “Rang Minang Baralek Gadang” yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026 di Kota Pekanbaru.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum pengukuhan kepengurusan DPW IKM Riau, tetapi juga dirangkaikan dengan acara Halal Bihalal 1447 Hijriah yang melibatkan masyarakat Minangkabau di perantauan.
Untuk memeriahkan acara, panitia turut mengundang berbagai perguruan silek (silat) tradisi Minangkabau yang ada di Pekanbaru dan sekitarnya.
Hingga saat ini, sebanyak 40 perguruan silek telah menyatakan siap ambil bagian dengan menampilkan berbagai atraksi khas aliran silek Minangkabau. Salah satu perguruan yang akan tampil adalah Perguruan Silek Harimau Lalok yang dipimpin oleh guru silek Hendra Chaniago.
Ketua Panitia Pengukuhan DPW IKM Provinsi Riau, H. Jhon Satri, SH, MH, mengatakan bahwa pihaknya secara khusus mengundang seluruh perguruan silek Minangkabau di wilayah Pekanbaru agar turut serta dalam perhelatan tersebut.
“Kami ingin acara ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk menampilkan dan melestarikan silek tradisi Minangkabau,” ujar Jhon Satri.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat Minangkabau yang merantau di Provinsi Riau cukup besar dalam menjaga dan melestarikan budaya asal mereka. Hal ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang saat ini tengah mendorong pengembangan silek tradisi di setiap nagari.
Menurut Jhon, di Sumatera Barat silek bahkan sudah mulai diterapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sejumlah sekolah, sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai budaya kepada generasi muda.
Sementara itu, pemerhati silek tradisi Minangkabau di Pekanbaru, Kusnadi, SHut, menilai penampilan silek dalam acara tersebut merupakan langkah positif dalam memperkenalkan budaya Minangkabau kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda di perantauan.
Acara “Rang Minang Baralek Gadang” rencananya akan dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat, Gubernur Riau, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kapolda Riau, serta berbagai tokoh masyarakat Minangkabau.
Di sisi lain, Pembina Silek Tradisi Minang H. Agus Sikumbang, SH, MH menegaskan bahwa silek memiliki makna lebih dari sekadar seni bela diri. Menurutnya, silek merupakan bagian penting dari identitas budaya Minangkabau yang diwariskan turun-temurun dan berfungsi membentuk karakter serta nilai-nilai kehidupan masyarakat Minang.
“Silek bagi urang Minang bukan hanya kemampuan bela diri, tetapi juga merupakan jati diri dan bagian dari pembentukan karakter masyarakat Minangkabau,” tutup Agus Sikumbang.**