iniriau.com, Pekanbaru – Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau kembali meningkat dan menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera. Berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdeteksi 302 hotspot di Riau dari total 582 titik panas di seluruh Sumatera, Rabu (25/3/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna, mengungkapkan dominasi hotspot di Riau menunjukkan perlunya kewaspadaan lebih terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
“Riau menjadi penyumbang hotspot terbanyak di Sumatera hari ini, dengan jumlah mencapai 302 titik,” kata Yasir.
Ia menjelaskan, sebaran titik panas paling banyak ditemukan di Kabupaten Bengkalis sebanyak 118 titik dan Kabupaten Pelalawan 107 titik. Selain itu, hotspot juga terpantau di Indragiri Hilir 35 titik, Kota Dumai 23 titik, Rokan Hilir 8 titik, Indragiri Hulu 7 titik, serta masing-masing 2 titik di Kabupaten Siak dan Kepulauan Meranti.
Dari ratusan titik panas tersebut, BMKG mengidentifikasi dua titik dengan tingkat kepercayaan tinggi yang mengarah pada indikasi kuat kebakaran hutan dan lahan.
“Dua titik dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Pulau Rupat dan wilayah Bengkalis,” jelasnya.
Sementara itu, mayoritas hotspot berada pada kategori tingkat kepercayaan sedang sebanyak 268 titik, dan 32 titik lainnya tergolong rendah. BMKG kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca panas dan kering seperti saat ini. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah rawan di Riau.**