Tim Gabungan Berjuang Padamkan Kebakaran 70 Hektare Lahan di Bengkalis

Tim Gabungan Berjuang Padamkan Kebakaran 70 Hektare Lahan di Bengkalis
Petugas melakukan pemadaman kebakaran lahan di Bengkalis (foto:Jri)

iniriau.com, PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bengkalis, Riau. Tim gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk memadamkan api yang melanda lahan gambut di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan, Selasa (7/4/2026).

Operasi pemadaman di lapangan dipimpin langsung Asisten Operasi (Asops) Kasdam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Rendra Dwi Ardhani. Ia menyebutkan, kondisi lahan gambut yang kering dengan kedalaman cukup dalam menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman.

“Hingga saat ini, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 70 hektare. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat hingga ke lapisan bawah gambut,” ujar Rendra.

Ia menjelaskan, karakteristik gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan membuat proses penanganan membutuhkan upaya ekstra dari seluruh tim di lapangan. Operasi penanggulangan karhutla ini melibatkan unsur lintas sektor, di antaranya TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, serta Masyarakat Peduli Api dan relawan. Hadir pula sejumlah pejabat yang turut memantau dan memastikan koordinasi berjalan optimal, termasuk Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa sebagai wakil koordinator lapangan.

Selain itu, Karoops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, Sekda Bengkalis dr Ersan Saputra, Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, serta Dandim Bengkalis Letkol Inf Haris juga turut terlibat dalam pengendalian operasi di lokasi kejadian.

Pemadaman tidak hanya dilakukan dari darat. Tim Satgas Udara juga dikerahkan untuk melakukan water bombing di titik-titik api yang sulit dijangkau personel. Operasi udara ini dipimpin oleh Capt Pilot Arif Budiarto.

Meski demikian, upaya pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Selain minimnya sumber air di sekitar lokasi, perubahan arah angin yang tidak menentu turut mempercepat penyebaran api.

“Kondisi lapangan memang cukup berat, mulai dari gambut kering, angin yang berubah-ubah, hingga keterbatasan air. Namun, seluruh personel tetap bekerja maksimal di lapangan,” tegas Rendra.

Sejauh ini, proses pemadaman menunjukkan perkembangan positif. Tim gabungan terus berupaya mengendalikan api agar tidak meluas ke wilayah lain. Pihak Satgas juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Peran aktif warga dinilai sangat penting dalam mencegah dan menanggulangi karhutla, khususnya di wilayah rawan seperti Provinsi Riau.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index