Program Timur Tengah Berbuah Manis, 18 Siswa MAN 1 Pekanbaru Lolos ke Al-Azhar

Program Timur Tengah Berbuah Manis, 18 Siswa MAN 1 Pekanbaru Lolos ke Al-Azhar
Sebanyak 18 siswa MAN 1 Pekanbaru dari Program Timur Tengah dinyatakan lulus seleksi melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar (foto: Humas MAN 1 Pekanbaru)

iniriau.com, Pekanbaru – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekanbaru kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Sebanyak 18 siswa dari Program Timur Tengah dinyatakan lulus seleksi melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar pada tahun 2026.

Capaian ini memperpanjang tradisi madrasah dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di perguruan tinggi ternama dunia. Keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang menuntut kedisiplinan, ketekunan, serta pembinaan akademik yang terarah.

Adapun 18 siswa yang berhasil lolos antara lain Haskim Abdillah, Fikri Ihsan Ritonga, Mustharriev Fahada, Muhammad Wildan Hidayah, Ahmad Askarizzaman, M. Zhafir, Muhammad Andria Rahman, N. Az Zahra, Imra Rifqi Dharmana, Atiqah Syakir Adliani, M. Farel Yuskan, M. Lucky Azmi Rafsanjanie, Rakha Fahri Nugraha, Muhammad Rasyid Muntashir, Muhammad Adzka Ghifari, Mhd. Fathan Wildana Amany, Noraiman Putra, dan Ikhwan Fahri.

Kepala MAN 1 Pekanbaru, Norerlinda, menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua dalam membangun budaya belajar yang kuat dan berkelanjutan.

“Untuk bisa lolos ke Al-Azhar, siswa harus memiliki kesiapan bahasa Arab, mental, serta penguasaan keilmuan yang baik. Ini membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Salah seorang siswa, Haskim Abdillah, mengaku keberhasilannya tidak lepas dari konsistensi dalam belajar. Ia rutin mengulang hafalan Al-Qur’an, memperdalam bahasa Arab, serta mengkaji kitab setiap hari.

“Saya bukan yang paling pintar, tapi saya berusaha konsisten. Setiap hari tetap belajar, walaupun sedikit. Yang penting tidak berhenti,” katanya.

Ia juga menerapkan pola belajar terjadwal, mulai dari murojaah di pagi hari hingga belajar mandiri setelah pulang sekolah. Selain itu, diskusi bersama teman dan bimbingan guru menjadi bagian penting dalam memperdalam pemahaman materi.

Koordinator Program Timur Tengah, Rafiqi Almunawar, menambahkan bahwa seluruh siswa telah menjalani pembinaan intensif, termasuk penguatan bahasa Arab melalui program khusus seperti PUSIBA.

“Persiapan dilakukan secara menyeluruh, dari pagi hingga malam. Tidak ada yang instan, semua melalui proses panjang dengan disiplin tinggi,” tegasnya.

Prestasi ini semakin menegaskan posisi MAN 1 Pekanbaru sebagai salah satu madrasah yang konsisten melahirkan generasi unggul, khususnya dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Timur Tengah.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index