Program Swasembada Pangan di Riau Diperkuat, Produksi Padi Tumbuh Dua Digit

Selasa, 10 Februari 2026 | 11:40:21 WIB
Sekdaprov Riau Syahrial Abdi (foto: dok iniriau)

iniriau.com, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau terus mengakselerasi pelaksanaan Program Swasembada Pangan Nasional yang mulai dijalankan sejak 2025. Berbagai langkah konkret dilakukan untuk mendorong peningkatan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan bahwa strategi utama yang dijalankan meliputi optimalisasi lahan pertanian, pencetakan sawah baru milik masyarakat, serta pengembangan sistem irigasi berbasis pompa dan perpipaan. Seluruh program tersebut ditopang oleh penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, dan dukungan infrastruktur pertanian.

Dalam implementasinya di lapangan, Pemprov Riau telah membentuk 111 Brigade Pangan yang melibatkan sebanyak 1.665 petani milenial. Kelompok ini menjadi ujung tombak percepatan tanam dengan dukungan alat dan mesin pertanian modern.

“Brigade Pangan bukan hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi sarana regenerasi petani dan transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern,” ujar Syahrial, Senin (9/2/2026).

Dari sisi kebijakan, pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota memperkuat langkah tersebut melalui instruksi Gubernur Riau terkait peningkatan produksi padi dan jagung lewat Gerakan Daerah Percepatan Peningkatan Luas Tambah Tanam. Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk TNI, Polri, serta berbagai pihak terkait.

Upaya berkelanjutan tersebut mulai menunjukkan dampak positif. Luas tanam dan indeks pertanaman mengalami peningkatan, yang berbanding lurus dengan kenaikan luas panen dan produksi. Kondisi ini turut mendorong peningkatan pendapatan petani serta menghidupkan kembali lahan sawah yang sebelumnya tidak produktif.

Pada 2025, produksi padi di Riau tercatat meningkat 4,51 persen. Sementara dalam rentang 2023 hingga 2025, pertumbuhan produksi mencapai 12,7 persen, dari 205.973 ton menjadi 232.071 ton. Jika dikonversikan, produksi beras untuk konsumsi masyarakat Riau pada 2025 mencapai sekitar 133,19 ribu ton.

Meski demikian, Syahrial mengakui bahwa produksi tersebut baru mampu memenuhi sekitar 27 persen kebutuhan beras masyarakat Riau. Dengan jumlah penduduk sekitar 6,7 juta jiwa, kebutuhan beras diperkirakan mencapai 436 ribu ton per tahun, sehingga pasokan dari luar daerah masih dibutuhkan.

Untuk itu, Pemprov Riau berharap dukungan berkelanjutan dari Kementerian Pertanian, baik dalam bentuk kebijakan, pendampingan teknis, maupun penguatan sarana dan prasarana pertanian.

“Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional dapat terwujud secara berkelanjutan,” pungkasnya.**

Tags

Terkini