Dampak Penurunan CPO, Harga Sawit Swadaya Riau Ikut Melorot

Selasa, 21 April 2026 | 17:33:00 WIB
Pekerja mengangkut tandan buah sawit yang telah dipanen ke penampungan di Kampar (foto: Betty)

iniriau.com, PEKANBARU – Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya di Provinsi Riau kembali terjadi pada periode 22–28 April 2026. Penetapan ini merupakan hasil rapat tim penetapan harga yang digelar sehari sebelumnya.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, menyebutkan bahwa perhitungan harga minggu ke-13 tahun 2026 tetap berpedoman pada regulasi terbaru, yakni Permentan Nomor 13 Tahun 2024 serta keputusan Dirjen Perkebunan yang berlaku.

Dalam mekanisme yang digunakan, harga TBS ditentukan berdasarkan usia tanaman, mulai dari 3 hingga 30 tahun, dengan mengacu pada data rendemen dari PPKS Medan yang telah menjadi kesepakatan bersama tim.

“Penurunan paling besar terjadi pada kelompok umur 9 tahun, yakni sebesar Rp131,78 per kilogram atau sekitar 3,22 persen dari periode sebelumnya,” kata Defris.

Akibat koreksi tersebut, harga TBS untuk umur 9 tahun kini berada di angka Rp3.956,31 per kilogram dan berlaku selama satu minggu ke depan. Sementara itu, harga cangkang ditetapkan Rp22,66 per kilogram.

Ia menjelaskan, pelemahan harga TBS kali ini dipengaruhi oleh turunnya harga minyak sawit mentah atau CPO di pasar. Dalam periode ini, harga CPO tercatat turun Rp595,65 per kilogram, meskipun harga kernel justru mengalami kenaikan sebesar Rp141,00 per kilogram.

“Indeks K yang digunakan sebesar 92,22 persen. Penurunan harga CPO menjadi faktor dominan yang mempengaruhi harga TBS,” jelasnya.

Selain itu, dalam proses penetapan harga, tim juga mengakomodasi kondisi di lapangan, termasuk adanya sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang tidak melakukan transaksi penjualan. Sesuai ketentuan, kondisi tersebut diantisipasi dengan penggunaan harga rata-rata tim atau acuan dari KPBN.

Untuk periode ini, harga rata-rata CPO KPBN ditetapkan sebesar Rp15.437 per kilogram, sedangkan kernel mencapai Rp16.152 per kilogram. Meski harga mengalami penurunan, Dinas Perkebunan Riau memastikan proses penetapan tetap dilakukan secara transparan dan mengedepankan prinsip keadilan bagi seluruh pihak, baik petani maupun perusahaan.

Defris juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kejaksaan Tinggi Riau dalam mengawal tata kelola sektor perkebunan.

“Sinergi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani sawit di Riau,” tutupnya.

Secara umum, harga TBS di Riau pada periode ini berada pada rentang Rp3.072,63 hingga Rp3.918,35 per kilogram, bergantung pada usia tanaman.**

Tags

Terkini