Harga Sawit Swadaya Riau Kembali Menguat, Kenaikan Tertinggi Capai 12,32 Persen

Selasa, 09 Juni 2026 | 17:58:21 WIB
Hasil panen petani sawit di Riau (foto: Betty)

iniriau.com, PEKANBARU – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya di Riau kembali mengalami penguatan untuk periode 10 hingga 16 Juni 2026. Dari hasil penetapan terbaru, kelompok tanaman usia 9 tahun mencatat kenaikan paling tinggi.

Tim Penetapan Harga Dinas Perkebunan Provinsi Riau menetapkan harga TBS umur 9 tahun sebesar Rp3.674,93 per kilogram atau naik Rp403,01 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya. Persentase kenaikannya mencapai 12,32 persen.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Vera Virgianti, mengatakan peningkatan harga dipicu oleh melonjaknya nilai jual crude palm oil (CPO) dalam sepekan terakhir.

“Hasil rapat penetapan menunjukkan adanya kenaikan cukup signifikan pada harga CPO, sehingga berdampak langsung terhadap harga TBS petani di Riau,” ujar Vera, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, indeks K yang digunakan pada periode ini sebesar 92,87 persen. Sementara itu, harga CPO tercatat naik Rp2.013,01 per kilogram dibanding periode sebelumnya.

Meski harga inti sawit atau kernel mengalami penurunan sebesar Rp12,35 per kilogram, kondisi tersebut tidak terlalu memengaruhi tren kenaikan TBS secara keseluruhan.

Dalam proses penetapan kali ini, tim juga menemukan beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) tidak melakukan transaksi penjualan. Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024, penetapan harga kemudian menggunakan skema rata-rata KPBN.

“Jika terdapat perusahaan yang tidak melakukan penjualan dan masuk validasi dua, maka harga acuan menggunakan rata-rata KPBN,” jelasnya.

Untuk periode ini, harga rata-rata CPO KPBN ditetapkan sebesar Rp15.000 per kilogram, sedangkan harga kernel berada di level Rp13.360 per kilogram.

Dinas Perkebunan Riau menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki sistem penetapan harga TBS agar berjalan transparan, sesuai regulasi, dan tetap melindungi kepentingan petani sawit maupun perusahaan mitra.

Menurut Vera, tata kelola yang baik diharapkan mampu menjaga kestabilan usaha perkebunan sawit sekaligus mendukung peningkatan pendapatan petani di Riau.**

Tags

Terkini