ISPA di Riau Capai 1.960 Kasus dalam Delapan Hari

Kamis, 27 Agustus 2026 | 13:03:09 WIB
Ilustrasi ISPA (Foto:Alodokter)

iniriau com, PEKANBARU – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan masyarakat Riau. Dalam kurun waktu delapan hari terakhir, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau mencatat sebanyak 1.960 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tersebar di sejumlah daerah.

Data yang dihimpun Dinkes Riau sejak 19 hingga 26 Agustus 2026 menunjukkan tren peningkatan kasus yang cukup signifikan. Bahkan, pada 26 Agustus saja tercatat 634 kasus baru, menjadi angka harian tertinggi selama periode pemantauan.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan peningkatan kasus tersebut terjadi seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang melanda beberapa wilayah di provinsi ini.

“Selama periode 19 sampai 26 Agustus, total terdapat 1.960 kasus ISPA. Kasus terbanyak tercatat pada 26 Agustus dengan 634 kasus,” ujar Zulkifli, Kamis (27/8/2026).

Berdasarkan data Dinkes, Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 563 kasus. Disusul Kabupaten Pelalawan sebanyak 535 kasus yang juga menjadi salah satu wilayah terdampak karhutla cukup parah.

Sementara itu, Kabupaten Siak mencatat 198 kasus, Kampar 195 kasus, Kuantan Singingi 181 kasus, Rokan Hulu 114 kasus, Rokan Hilir 68 kasus, Bengkalis 51 kasus, Indragiri Hulu 28 kasus, dan Kota Dumai 27 kasus.

Menghadapi kondisi tersebut, Dinkes Riau menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya polusi udara serta langkah pencegahannya.

Masyarakat diminta rutin memantau kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara memburuk, serta menjaga kualitas udara di dalam rumah dengan menutup ventilasi ketika tingkat polusi tinggi.

Selain itu, penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah juga dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, dan penderita penyakit kronis.

“Kami juga mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan atau gejala yang berkaitan dengan paparan asap,” kata Zulkifli.

Dinkes Riau turut meminta seluruh tenaga kesehatan untuk memperkuat pemantauan dan pelaporan penyakit yang berpotensi dipicu kabut asap, seperti ISPA, pneumonia, asma, iritasi mata, hingga iritasi kulit.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini guna mencegah dampak kesehatan yang lebih luas di tengah meningkatnya ancaman karhutla dan kabut asap di sejumlah wilayah Riau.**

Tags

Terkini