OMC di Riau Mulai Berdampak Hujan Turun di Sejumlah Daerah

OMC di Riau Mulai Berdampak Hujan Turun di Sejumlah Daerah
OMC di Riau (foto:Jri)

iniriau.com, PEKANBARU – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digencarkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mulai menunjukkan hasil. Hujan dilaporkan turun di sejumlah wilayah pada Rabu (26/8/2026) setelah rangkaian penyemaian awan yang dilakukan dari Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Kegiatan OMC dilaksanakan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208 PK-SNM milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penyemaian difokuskan pada wilayah yang masuk kategori rawan karhutla, seperti Kabupaten Siak, Pelalawan, dan Kepulauan Meranti.

Dalam operasi tersebut, pesawat membawa sekitar 1.000 kilogram bahan semai Natrium Klorida (NaCl) yang disebarkan pada ketinggian antara 8.000 hingga 12.000 kaki untuk merangsang pertumbuhan awan hujan.

Kepala Dinas Operasi Lanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Andri Setiawan, mengatakan turunnya hujan di beberapa daerah menjadi sinyal positif dalam upaya mengendalikan kebakaran lahan yang masih terjadi di sejumlah kawasan Riau.

“Curah hujan yang mulai terjadi di beberapa wilayah diharapkan dapat membantu proses penanganan karhutla sekaligus mencegah meluasnya titik api,” ujarnya.

Tidak hanya dilakukan pada siang hari, operasi penyemaian awan juga digelar pada malam hari. Pada Selasa (25/8/2026) malam, tim OMC melaksanakan tiga kali penerbangan untuk memperluas cakupan wilayah sasaran.

Menurut Andri, penerbangan malam menjadi bagian dari strategi optimalisasi operasi agar peluang terbentuknya awan hujan semakin besar.

“OMC terus dimaksimalkan, termasuk melalui penerbangan malam. Ini merupakan langkah bersama untuk menekan dampak karhutla dan mendukung terwujudnya Riau bebas asap,” katanya.

Pada operasi malam tersebut, penyemaian dilakukan di wilayah Siak, Bengkalis, Pelalawan dan Kepulauan Meranti. Pesawat membawa sekitar satu ton NaCl yang disebarkan pada ketinggian 7.000 hingga 14.000 kaki.

Selain membantu meningkatkan potensi hujan, operasi ini juga bertujuan menjaga kelembapan lahan gambut yang rentan terbakar saat musim kering. Dengan kondisi lahan yang lebih basah, risiko munculnya titik api baru diharapkan dapat ditekan.

Pemerintah bersama TNI, BNPB dan berbagai instansi terkait terus mengintegrasikan upaya penanggulangan karhutla melalui patroli darat, pemadaman udara, hingga modifikasi cuaca. Langkah tersebut dinilai penting mengingat karhutla masih menjadi ancaman serius yang dapat memengaruhi kualitas udara dan aktivitas masyarakat di Riau.

Melalui pelaksanaan OMC yang berkelanjutan, diharapkan intensitas hujan di wilayah rawan dapat meningkat sehingga kebakaran lahan dapat dikendalikan dan potensi kabut asap semakin berkurang.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index