Kebakran Lahan Dekati Sumur Minyak BSP, Bupati Siak Turun Pimpin Penanganan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:36:38 WIB
Bupati Siak Afni Zulkifli pimpin pemadam kebakaran lahan dekat sumur minyak PT BSP (foto: Humas Pemkab Siak)

iniriau com, SIAK – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud, Kabupaten Siak, memicu kewaspadaan tinggi setelah api terpantau mendekati sejumlah sumur minyak milik PT Bumi Siak Pusako (BSP) di Kecamatan Dayun.

Situasi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Siak bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta tim BSP melakukan upaya pemadaman dan pencegahan secara intensif hingga dini hari.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, ikut berada di lokasi untuk memantau langsung proses penanganan. Menurutnya, kebakaran yang awalnya terdeteksi dari area perkebunan sawit warga berkembang hingga mengancam kawasan yang berdekatan dengan objek vital nasional berupa sumur minyak.

"Api sempat berada pada jarak yang cukup dekat dengan sumur minyak. Karena itu seluruh tim fokus melakukan langkah pengamanan agar kobaran tidak merambat ke fasilitas tersebut," ujar Afni.

Ia menjelaskan, medan gambut yang sulit dilalui menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Selain itu, keterbatasan sumber air dan minimnya jaringan komunikasi membuat koordinasi di lapangan tidak berjalan optimal.

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah daerah meminta dukungan operasi udara berupa water bombing. Di sisi lain, petugas di darat melakukan pembuatan sekat bakar dan embung sebagai sumber air darurat guna mencegah api meluas.

Afni mengungkapkan terdapat beberapa titik sumur minyak yang menjadi prioritas pengamanan karena berada di sekitar area terdampak kebakaran. Langkah pengawasan terus dilakukan guna memastikan api tidak kembali bergerak menuju fasilitas migas tersebut.

Kondisi lapangan juga diperumit oleh keberadaan kawasan habitat Harimau Sumatera. Faktor keamanan membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati, terutama saat melakukan pemadaman pada malam hari.

Sementara itu, personel TNI dan Polri tetap bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan situasi. Hingga Kamis (27/8/2026) pagi, tim gabungan masih melakukan pendinginan dan pemantauan terhadap titik-titik rawan guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Pemerintah Kabupaten Siak juga berharap adanya peningkatan infrastruktur telekomunikasi di kawasan tersebut agar koordinasi penanganan bencana dapat berlangsung lebih efektif, mengingat wilayah itu merupakan daerah rawan karhutla dan berdekatan dengan objek vital strategis.

Hingga berita ini diturunkan, luas lahan yang terdampak kebakaran masih dalam proses pendataan oleh petugas terkait.**

Tags

Terkini