Pemprov Riau Puji Ikhtiar Salat Istisqa saat Kebakaran Lahan

Senin, 31 Agustus 2026 | 22:13:54 WIB
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto (foto: mcr)

iniriau com, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mengapresiasi kabupaten dan kota yang menggelar Salat Istisqa di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto menyebut doa dan ikhtiar masyarakat menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi bencana karhutla. Kondisi Riau kini berangsur membaik setelah sebelumnya dilanda asap akibat kebakaran lahan.

“Kami juga berterima kasih kepada kabupaten kota yang menjalankan Salat Istisqa. Atas doa yang dipanjatkan, Alhamdulillah karhutla terkendali dan udara kita kembali bersih, anak-anak sudah bisa sekolah lagi,” ujar SF Hariyanto, Senin (31/8/2026).

Meski kondisi udara telah membaik, Pemprov Riau mengingatkan seluruh pihak agar tidak menganggap penanganan karhutla telah selesai. Potensi munculnya kembali titik api masih harus diwaspadai, terutama di lokasi yang sebelumnya terbakar.

SF Hariyanto mengatakan, hasil peninjauan di kawasan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, menunjukkan api memang telah berhasil dipadamkan. Namun, masih terdapat asap dari bagian bawah lahan yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

“Walaupun karhutla tertangani dengan baik, kita tidak boleh lengah. Saat tinjauan ke Kerumutan kemarin, apinya memang sudah padam, tetapi masih ada asap di bagian bawah yang berpotensi menjadi api lagi,” katanya.

Karena itu, ia meminta tim di lapangan tetap melakukan pemantauan hingga kondisi benar-benar aman. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah bara api kembali membesar dan menimbulkan kebakaran baru.

Selain mengapresiasi masyarakat yang melaksanakan Salat Istisqa, SF Hariyanto juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Menurutnya, keberhasilan menekan kebakaran tidak terlepas dari kerja sama antara personel pemadam di darat, aparat, pemerintah daerah, masyarakat, hingga pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Ini berkat kerja sama dengan Forkopimda. Mulai dari pemadaman darat oleh seluruh unsur hingga masyarakat. Ditambah lagi optimalisasi OMC yang bekerja keras. Sesuai arahan Pak Presiden, kuncinya gotong royong,” ungkapnya.

Berdasarkan data BPBD Damkar Riau, luas lahan yang terbakar di Provinsi Riau sepanjang 1 Januari hingga 27 Agustus 2026 mencapai 16.474,15 hektare.

Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan luasan karhutla terbesar, yakni 8.434,40 hektare. Selanjutnya Kabupaten Pelalawan dengan 4.629,39 hektare.

Karhutla juga tercatat di Indragiri Hilir seluas 963,02 hektare, Dumai 556,01 hektare, Indragiri Hulu 552,37 hektare, dan Rokan Hilir 452,53 hektare.

Sementara itu, luasan lahan terbakar di Siak mencapai 339,66 hektare, Kepulauan Meranti 209,45 hektare, Kampar 140,66 hektare, Pekanbaru 93,63 hektare, Kuantan Singingi 69,07 hektare, serta Rokan Hulu 33,96 hektare.

Pemprov Riau berharap kondisi cuaca dan kualitas udara yang mulai normal dapat dipertahankan. Kewaspadaan di lapangan tetap diperkuat agar tidak muncul kembali titik api yang dapat mengganggu kualitas udara dan aktivitas masyarakat.**

Tags

Terkini