iniriau.com, PEKANBARU – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau, Edison Manik, meminta seluruh jajaran memperkuat kinerja dan mempercepat pelaksanaan program kerja menjelang akhir tahun anggaran 2026. Arahan itu disampaikan dalam rapat evaluasi kinerja yang digelar di Ruang Rapat Kakanwil, Senin (12/10/2026).
Rapat perdana di bawah kepemimpinan Edison Manik tersebut diikuti para kepala divisi, pejabat struktural, serta ketua tim kelompok kerja (Pokja) di lingkungan Kanwil Kemenkum Riau.
Dalam pertemuan itu, masing-masing bidang menyampaikan perkembangan pelaksanaan program, pencapaian target, realisasi anggaran, serta pemenuhan indikator Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas. Sejumlah persoalan yang berpotensi menghambat pelaksanaan tugas juga menjadi bahan evaluasi bersama.
Edison menyoroti perlunya langkah konkret untuk memastikan seluruh target organisasi dapat diselesaikan sesuai jadwal. Selain meningkatkan koordinasi ant bidang, ia mengingatkan pentingnya disiplin pegawai dan ketertiban administrasi Barang Milik Negara (BMN).
Percepatan realisasi anggaran pada Triwulan IV juga menjadi perhatian. Menurutnya, pelaksanaan anggaran harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan ketentuan dan prinsip akuntabilitas.
“Setiap bidang harus memahami target yang menjadi tanggung jawabnya dan memastikan pelaksanaannya berjalan optimal. Koordinasi, kedisiplinan, dan respons cepat terhadap kendala menjadi kunci agar program organisasi dapat diselesaikan dengan baik,” tegas Edison.
Ia juga mengajak seluruh jajaran menjaga integritas dan memperkuat kerja sama dalam menjalankan tugas. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan serta pelayanan hukum kepada masyarakat.
Melalui evaluasi ini, Kanwil Kemenkum Riau berupaya menyelaraskan pelaksanaan program di setiap bidang dengan arah kebijakan pimpinan. Konsolidasi internal diharapkan mampu mendorong pencapaian target kinerja sekaligus memastikan program strategis berjalan hingga penutupan Tahun Anggaran 2026.**