iniriau.com, Pekanbaru – Keberagaman suku dan budaya di Provinsi Riau ditampilkan dalam Arak-arakan Keberagaman dan Persebatian Antaretnis yang digelar di halaman Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Pekanbaru, Minggu (18/10/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengapresiasi kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Kebudayaan Nasional 2026 tersebut. Menurutnya, parade ini memperlihatkan kuatnya persatuan masyarakat di tengah perbedaan latar belakang etnis.
Kemeriahan acara ditandai dengan parade 2.500 peserta yang mengenakan pakaian adat Nusantara. Selain itu, sebanyak 1.000 penari Zapin tampil dengan busana lintas etnis, disertai tabuhan 400 Gandang Tasa dari masyarakat Minangkabau.
Sejumlah paguyuban dari etnis Jawa, Sunda, Bali, Batak, Tionghoa, serta kelompok masyarakat lainnya juga menampilkan atraksi budaya yang mencerminkan kekayaan tradisi Indonesia.
Syahrial mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga bentuk komitmen bersama untuk menjaga warisan bangsa dan memperkuat hubungan antaretnis di Riau.
Ia menilai identitas Melayu tetap menjadi landasan kehidupan masyarakat Riau, sekaligus menjadi ruang yang menaungi beragam budaya dari berbagai daerah.
“Keberagaman ini bukanlah pemisah, melainkan simfoni indah yang memperkuat persatuan kita di Bumi Lancang Kuning,” ujarnya.
Syahrial mengingatkan masyarakat agar pelestarian budaya tidak berhenti pada pertunjukan seni, tarian, maupun penggunaan pakaian adat. Nilai gotong royong, toleransi, dan sikap saling menghormati juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemprov Riau, lanjutnya, akan terus mendukung LAMR dan berbagai paguyuban dalam mengembangkan kebudayaan yang terbuka dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga identitas budaya daerah sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat Riau di tengah arus modernisasi.**