iniriau.com, KAMPAR – Manajemen PLTA Koto Panjang melaporkan kenaikan signifikan elevasi Waduk Koto Panjang pada Jumat (9/1/2026) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, tinggi muka air waduk tercatat mencapai 80,82 meter di atas permukaan laut (mdpl), naik dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di level 80,19 mdpl.
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa peningkatan elevasi dipicu oleh tingginya debit air masuk ke waduk. Pada waktu yang sama, inflow tercatat sebesar 1.714,70 meter kubik per detik (m³/s), sementara debit air keluar melalui turbin mencapai 343,76 m³/s.
Sebagai langkah antisipasi, manajemen PLTA Koto Panjang sebelumnya telah membuka pintu pelimpah atau spillway pada Selasa (30/12/2025). Pembukaan dilakukan melalui skema early release setelah mendapat persetujuan Tim Koordinasi Pengoperasian Bendungan.
Pada tahap awal, dua pintu spillway dibuka setinggi 50 sentimeter dengan debit sekitar 134 m³/s, sehingga total outflow waduk merupakan gabungan dari aliran turbin dan spillway.
Dhani menyebutkan, kebijakan early release diambil untuk menjaga keseimbangan inflow, outflow, dan elevasi waduk, mengingat saat ini PLTA Koto Panjang hanya mengoperasikan dua unit pembangkit sehingga kapasitas pembuangan air melalui turbin belum optimal.
- Baca Juga Kantor Pusat Korporasi Harus di Riau
“Pemantauan kondisi waduk dan aliran Sungai Kampar terus dilakukan secara intensif, menyesuaikan dengan perkembangan inflow dan elevasi,” ujarnya.
Manajemen PLTA Koto Panjang mengimbau masyarakat di wilayah hilir waduk dan sepanjang Sungai Kampar agar tetap waspada, berhati-hati dalam beraktivitas, serta mengikuti informasi resmi dari PLTA dan instansi terkait. Perkembangan terbaru akan disampaikan secara berkala sesuai kondisi di lapangan.**