Baznas Riau Genjot Zakat Non-ASN, Potensi Masih Sangat Besar

Baznas Riau Genjot Zakat Non-ASN, Potensi Masih Sangat Besar
Penyaluran program pendidikan BAZNAS Riau di salah satu SMA di Pekanbaru (foto:mcr)

iniriau.com, Pekanbaru — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau terus memperkuat strategi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dengan memperluas sasaran ke masyarakat umum dan sektor dunia usaha. Upaya ini dilakukan menyusul besarnya potensi zakat di Riau yang dinilai belum tergarap secara optimal.

Ketua Baznas Provinsi Riau, H. Masriadi Hasan, Lc, M.Sha, mengatakan selama ini kontribusi ZIS masih didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Namun demikian, tren penghimpunan zakat dari non-ASN menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

“Zakat dari lembaga dan individu non-ASN terus mengalami kenaikan. Meski begitu, kontribusi terbesar masih berasal dari ASN. Pada tahun 2025, zakat ASN Pemprov Riau mencapai Rp52,53 miliar,” ujar Masriadi.

Ia menjelaskan, dana yang dihimpun Baznas Riau berasal dari zakat maal, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya. Zakat maal sendiri dapat ditunaikan kapan saja sepanjang harta yang dimiliki telah memenuhi ketentuan syariat.

Untuk meningkatkan perolehan dana zakat, Baznas Riau mulai aktif melakukan sosialisasi ke perusahaan-perusahaan dan perguruan tinggi di berbagai daerah. Sosialisasi ini bertujuan memperkenalkan peran, fungsi, serta program Baznas kepada masyarakat dan dunia usaha.

“Kami juga masuk ke perusahaan dan kampus. Sebagian besar pengurus Baznas adalah ustaz dan penceramah, sehingga pendekatan sosialisasi ke masyarakat relatif lebih mudah,” jelasnya.

Dalam hal pendistribusian, Baznas Provinsi Riau terus berkoordinasi dengan Baznas kabupaten/kota melalui forum Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda). Sinergi ini dilakukan agar penyaluran zakat tepat sasaran dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Masriadi menegaskan, Baznas Riau berkomitmen menjaga amanah umat dengan meningkatkan transparansi, pelayanan, serta memperluas jangkauan penghimpunan zakat. “Zakat terbukti memberikan dampak positif dalam pengentasan kemiskinan. Karena itu, kami akan terus menggencarkan pengumpulan dari berbagai sektor agar manfaatnya dirasakan lebih luas,” katanya.

Melalui lima program utama, Riau Makmur, Riau Cerdas, Riau Peduli, Riau Sehat, dan Riau Taqwa—Baznas Provinsi Riau menyalurkan dana zakat untuk mendukung pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial kemanusiaan, serta penguatan keagamaan. Upaya ini diharapkan mampu memperluas manfaat zakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.**

 

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index