Antisipasi Dampak Asap, Diskes Riau Perkuat Tim Medis

Antisipasi Dampak Asap, Diskes Riau Perkuat Tim Medis
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli (foto: Instagram)

iniriau.com, PEKANBARU - Upaya penguatan layanan kesehatan mulai dipersiapkan menyusul penetapan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tingkat provinsi. Dinas Kesehatan Provinsi Riau memastikan seluruh daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak asap di Riau.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan koordinasi lintas daerah menjadi fokus utama saat ini. Surat resmi akan dikirimkan ke seluruh dinas kesehatan kabupaten/kota untuk memastikan tim penanganan krisis kesehatan dapat bergerak cepat jika terjadi lonjakan kasus gangguan pernapasan.

“Status siaga darurat ini menjadi sinyal bagi kami untuk memastikan seluruh tim krisis kesehatan aktif. Emergency Medical Team di daerah harus siap turun kapan saja ketika terjadi peningkatan dampak kesehatan akibat kabut asap,” ujar Zulkifli, Minggu (15/2/2026).

Ia menambahkan, pengawasan juga dilakukan terhadap kesiapan sarana kesehatan, terutama ketersediaan alat pelindung diri, masker, serta oksigen konsentrator di fasilitas pelayanan kesehatan. “Kami tidak ingin ada daerah yang kekurangan logistik kesehatan. APD, masker, hingga oksigen harus tersedia cukup, karena pengalaman sebelumnya kasus ISPA biasanya meningkat saat kabut asap terjadi,” katanya.

Selain langkah teknis, pihaknya juga menekankan pentingnya perlindungan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan kronis.

“Kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan jika kualitas udara memburuk. Gunakan masker medis atau N95 saat di luar rumah, dan perbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kondisi tubuh,” jelasnya.

Diskes juga meminta masyarakat menutup pintu dan jendela rumah saat kabut asap pekat, serta mengurangi ventilasi terbuka. Warga diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, sakit tenggorokan, pusing, atau mual.

Untuk sektor pendidikan dan perkantoran, penyesuaian kegiatan luar ruangan diminta mengikuti perkembangan kualitas udara di masing-masing daerah. “Kami berharap masyarakat juga ikut berperan dalam pencegahan Karhutla. Upaya kesehatan tidak akan optimal tanpa dukungan semua pihak untuk mencegah kebakaran,” tutupnya.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index