Sore hingga Dini Hari, Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Riau

Sore hingga Dini Hari, Hujan Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Riau
Ilustrasi hujan by Freepik

iniriau.com, PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan akan mengguyur sebagian besar wilayah Provinsi Riau pada Rabu (25/2/2026). Intensitas hujan diprediksi bervariasi, dengan potensi peningkatan pada sore hingga malam hari.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy Siregar, menjelaskan bahwa kondisi pagi hari cenderung berkabut hingga cerah berawan. Meski begitu, hujan ringan tetap berpeluang terjadi di sejumlah daerah seperti Kampar, Rokan Hulu, dan Indragiri Hulu.

“Pada pagi hari cuaca relatif tenang, namun hujan ringan bisa saja turun secara lokal di beberapa wilayah,” ujar Putri.

Memasuki siang hari, cuaca umumnya cerah berawan. Hujan ringan masih berpotensi terjadi di Kampar, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hulu. Sementara pada sore hingga malam hari, hujan diperkirakan meluas ke sebagian besar wilayah Riau dengan intensitas ringan hingga sedang.

“Untuk sore sampai malam, masyarakat perlu waspada karena ada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Siak, Bengkalis, Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Indragiri Hilir,” jelasnya.

BMKG menyebutkan suhu udara di Riau hari ini berada pada kisaran 23–33 derajat Celsius dengan kelembapan 55–100 persen. Angin bertiup dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 10–30 km per jam.

Di wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter atau tergolong rendah. Kondisi tersebut dinilai masih aman untuk aktivitas pelayaran skala kecil hingga menengah.

Selain prakiraan cuaca, BMKG juga memantau perkembangan titik panas (hotspot). Hingga pukul 23.00 WIB, terdeteksi 32 hotspot di wilayah Sumatera, enam di antaranya berada di Riau, masing-masing dua titik di Dumai, tiga titik di Bengkalis, dan satu titik di Pelalawan.

“Kami terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca dan potensi karhutla. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas,” tutup Putri.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index