Ada Apa? Harga Plastik Naik Gila-gilaan, Pedagang Batasi Pembelian

Ada Apa? Harga Plastik Naik Gila-gilaan, Pedagang Batasi Pembelian
Stok plastik kemasan di salah satu toko plastik di Pekanbaru (foto: Astrid)

iniriau.com, Pekanbaru - Masih imbas dari perang di Timur Tengah, harga plastik kemasan naik dua kali lipat dalam tiga minggu terakhir, Minggu (5/4) di Pekanbaru.

Dari pantauan iniriau.com di beberapa toko grosir di Pekanbaru, harga kantong plastik ukuran satu kilo yang dipakai untuk bungkusan makanan, yang awalnya hanya Rp 28.000,- per pack kini naik kisaran Rp 50.000,- sampai Rp 55.000,- per pack.

Harga kertas nasi warna coklat juga ikut mengalami kenaikan. Biasanya, di toko grosiran harga kertas nasi Rp 25.000,- per pack, kini naik menjadi Rp 33.000,- per pack.

"Iya, memang sudah naik dalam tiga minggu ini untuk harga kantong plastik kemasan makanan. Biasanya hanya Rp 28.000,-, sekarang sudah jadi Rp 50.000 per pack, untuk kantong plastik ukuran 1 kg. Itu karena bahan baku sudah mulai susah didapatkan gara-gara perang Iran dan Israel itu," ujar Leina, pemilik salah satu toko grosir di Jl. H. Imam Munandar, saat diwawancara iniriau.com.

Hal senada juga dituturkan oleh karyawan toko grosir di Jl. Tengku Bey di Pekanbaru, Rudi. Harga kantong plastik kemasan 1 kg sudah mencapai Rp 55.000,- per pack.

"Untuk kantong plastik 1 kg kita jual Rp 55.000,- sekarang. Tadinya masih Rp 28.000,- per pack. Naiknya karena inflasi juga karena perang di Timur Tengah itu. Kita sekarang batasi juga pemakaian kantong plastik untuk konsumen. Kalau cukup satu kantong ya satu aja yang kita kasih, kalau belanjaannya banyak kita kasih kotak kardus bekas saja," ujar pegawai toko grosir tersebut.

Meskipun harga kantong plastik kemasan naik dua kali lipat, sejumlah pedagang di Jl Tengku Bey belum menaikkan harga penjualan makanannya.

"Harga ayam gorengnya masih normal, memang sudah mahal harga kantong plastik dari kemarin. Agak susah juga naikkan harga makanan, bisa-bisa pelanggan jadi berkurang karena harga makanan jadi mahal," pungkas Rita.**

#Bisnis

Index

Berita Lainnya

Index