iniriau.com, Jakarta – Menjelang usia ke-51 tahun, Polytron mempertegas kontribusinya bagi bangsa dengan resmi menjadi Official Car Partner sekaligus sponsor utama dalam ajang Polytron Indonesia Open 2026.
Kemitraan ini mengusung semangat “Pride of the Nation”, yang merepresentasikan sinergi antara inovasi teknologi dalam negeri dan olahraga bulutangkis sebagai salah satu kebanggaan Indonesia di level internasional.
Turnamen Indonesia Open 2026 merupakan bagian dari BWF World Tour Super 1000, level tertinggi dalam kalender kompetisi bulutangkis dunia. Ajang ini dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, dan akan diikuti para pebulutangkis elite dunia yang memperebutkan poin penting peringkat global.
Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar dukungan sponsor, melainkan bentuk komitmen jangka panjang perusahaan terhadap kemajuan olahraga nasional.
“Indonesia Open dan Polytron memiliki kesamaan akar yang kuat sebagai identitas Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. Melalui semangat Pride of the Nation, kami ingin menghadirkan inovasi yang tidak hanya relevan secara teknologi, tetapi juga memberi dampak nyata bagi perkembangan olahraga,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan Polytron dalam ajang ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun ekosistem kompetisi yang berkualitas. “Dukungan ini bukan hanya soal kehadiran brand, tetapi bagaimana kami bisa berkontribusi dalam menghadirkan penyelenggaraan turnamen yang profesional dan berstandar internasional, sekaligus memberi pengalaman terbaik bagi atlet dan penonton,” tambah Tekno.
Kiprah Polytron di dunia bulutangkis sendiri bukan hal baru. Perusahaan telah lama mendukung berbagai kejuaraan, mulai dari level pembinaan hingga turnamen internasional, sebagai bentuk komitmen berkelanjutan terhadap perkembangan olahraga ini di Indonesia.
Dalam perannya sebagai Official Car Partner, Polytron akan menghadirkan kendaraan listrik G3+ sebagai sarana mobilitas bagi atlet dan ofisial selama turnamen berlangsung. Kehadiran kendaraan ini diharapkan mampu menjamin mobilisasi yang efisien, aman, sekaligus ramah lingkungan.
“Melalui penggunaan kendaraan listrik G3+, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi lokal mampu mendukung event internasional dengan standar tinggi, sekaligus menjadi bagian dari solusi menuju mobilitas berkelanjutan,” jelas Tekno.
Selain ramah lingkungan, kendaraan listrik tersebut juga menawarkan efisiensi biaya operasional yang signifikan dibandingkan kendaraan konvensional. Polytron bahkan menghadirkan fitur kalkulator kendaraan listrik untuk memberikan gambaran potensi penghematan bagi masyarakat.
“Harapan kami, Indonesia Open 2026 tidak hanya menjadi panggung prestasi atlet, tetapi juga menjadi etalase yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki inovasi dan semangat besar untuk bersaing di kancah global,” tutupnya.**
Zulifni