iniriau.com, PEKANBARU – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanak) Kota Pekanbaru mulai memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Pengawasan dilakukan untuk memastikan hewan yang masuk ke Pekanbaru sehat dan layak konsumsi.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distanak Pekanbaru, Zulpan Ependi, mengatakan pihaknya telah menurunkan 30 petugas untuk memantau sekaligus mendata jumlah sapi dan kambing yang masuk ke Pekanbaru.
“Tim sudah mulai melakukan pemantauan terhadap hewan kurban yang masuk ke Pekanbaru agar jumlah dan kondisinya dapat diketahui,” ujarnya, baru-baru ini.
Selain pendataan, Distanak juga akan menggelar sosialisasi kepada pengurus masjid terkait tata kelola dan kesehatan hewan kurban.
Pengawasan di kandang penggemukan dan lokasi penjualan hewan kurban akan dilakukan secara intensif mulai H-10 Iduladha.
“Mulai H-10 kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat hingga hari penyembelihan,” jelas Zulpan.
Saat hari penyembelihan, pengawasan melibatkan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Riau dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Riau. Total sebanyak 75 petugas akan diterjunkan.
Petugas akan melakukan pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem untuk memastikan daging kurban aman dikonsumsi masyarakat.
“Jika ditemukan penyakit atau cacing berbahaya pada organ hewan, maka daging tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi,” tegasnya.
Distanak berharap pengawasan ini dapat menjamin hewan kurban di Pekanbaru sehat, aman, dan layak konsumsi.**