Pekanbaru Kenalkan Rekosistem dan Waste Station ke Delegasi IMT-GT

Pekanbaru Kenalkan Rekosistem dan Waste Station ke Delegasi IMT-GT
Kadis LHK Pekanbaru Reza Aulia Putra, usai mengenalkan program pengelolaan sampah ke peserta seminar internasional kota hijau, Rabu (5/8). Foto - Astrid

iniriau.com, Pekanbaru – Pemerintah kota Pekanbaru melalui Dinas Kebersihan dan Kebersihan kota Pekanbaru memperkenalkan sistem pengelolaan sampah Rekosistem kepada peserta seminar internasional IMT-GT, Rabu (5/8) di Pekanbaru.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra mengatakan, RTH Kacang Mayang adalah ruang terbuka hijau yang juga menjadi pusat edukasi lingkungan dan pengelolaan sampah. Kawasan ini diharapkan bisamenjadi contoh bagi daerah lain.

"Kita mengenalkan kawasan RTH Kacang Mayang ke peserta seminar internasional kota hijau. Kawasan ini adalah taman yang ramah anak, ramah lingkungan, dapat digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat, memiliki kawasan bebas rokok, hingga fasilitas teater terbuka dan ruang bermain anak," jelas Reza Auliam

Kemudian, DLHK Pekanbaru juga mengekspose beberapa program pengelolaan sampah yang sedang dijalankan Pemko Pekanbaru. Salah satunya adalah kerja sama pemanfaatan gas metana dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sebagai bagian dari upaya penurunan emisi karbon.

Tak kalah menariknya, Pemko Pekanbaru memperkenalkan stasiun sampah (waste station) yang sudah beroperasi beberapa bulan di kota Pekanbaru. Masyarakat bisa menukarkan barang bekas atau sampah yang telah dipilah dan memperoleh manfaat ekonomi dengan sistem aplikasi digital Rekosistem.

Menurut Reza, hingga saat ini Pekanbaru telah memiliki dua Waste Station. Program yang dikembangkan bersama Rekosistem itu mendapat perhatian dari sejumlah delegasi karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.

"Kami sudah memiliki dua stasiun pengelolaan sampah, dan ini tadi menarik perhatian para peserta yang berkunjung hari in. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sampah harus dipilah agar dapat diolah kembali dan memiliki nilai ekonomi," lanjut Reza menjelaskan

Lanjut, para tamu juga diajak melihat perpustakaan digital, pojok baca, serta bangunan yang memanfaatkan material Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari PT PLN. Material yang sebelumnya dikategorikan sebagai limbah B3 itu kini telah dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi berbagai fasilitas di kawasan RTH Kacang Mayang.

Pemanfaatan FABA menjadi salah satu contoh penerapan ekonomi sirkular di Pekanbaru. Material tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan jalan, pot tanaman, hingga bangunan fisik lainnya sehingga mampu mengurangi limbah sekaligus mendukung pembangunan yang lebih ramah lingkungan.

"Mudah-mudahan para peserta mendapatkan inspirasi dari kunjungan ini, dan ke depan RTH di Pekanbaru semakin bertambah sehingga cita-cita menjadikan Pekanbaru sebagai kota yang bersih dan ramah lingkungan dapat terwujud," tutup Kadis LHK Pekanbaru tersebut.**

#Pekanbaru

Index

Berita Lainnya

Index