Warga Demo Tuntut Jalan Lintas Bono Segera Diperbaiki

Warga Demo Tuntut Jalan Lintas Bono Segera Diperbaiki
Aliansi Pemuda Desa Kubangan melalui aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (10/8/2026) -foto:Jri

iniriau.com, PEKANBARU – Kondisi Jalan Lintas Bono di Kabupaten Pelalawan yang rusak dan berlumpur kembali dikeluhkan masyarakat. Kerusakan di sejumlah titik membuat aktivitas warga, distribusi hasil perkebunan hingga perjalanan pelajar terganggu.

Keluhan tersebut disuarakan Aliansi Pemuda Desa Kubangan melalui aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (10/8/2026).

Massa meminta Pemprov Riau segera menangani ruas jalan yang mengalami kerusakan berat, khususnya akses menuju Desa Segamai, Gambut Mutiara, Labuhan Bilik, Sungai Emas dan Sukoi.

Koordinator aksi, Muhammad Ali, mengatakan kondisi jalan sudah menyulitkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Kami meminta penanganan Jalan Poros Lintas Bono, khususnya di sejumlah desa, dapat segera dilaksanakan," ujar Muhammad Ali dalam orasinya.

Menurut massa, buruknya akses jalan juga berdampak pada sektor ekonomi. Kendaraan pengangkut hasil perkebunan kesulitan melintas, sementara anak sekolah harus melewati jalan yang tidak layak.

Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan Pemprov Riau telah mengerjakan lebih dari 10 kilometer ruas Jalan Lintas Bono.

"Terkait Jalan Lintas Bono, Pemprov Riau sudah mengerjakan lebih dari 10 kilometer, sudah dibangun," kata Zulfahmi.

Ia menjelaskan pembangunan dilakukan secara bertahap. Beberapa bagian jalan telah diaspal menggunakan dana alokasi khusus (DAK), sementara ruas yang masih rusak akan mendapat penanganan lanjutan.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah jalur Sebekek menuju Desa Segamai.

Zulfahmi menegaskan pemerintah akan mengutamakan agar jalan kembali bisa digunakan masyarakat sebelum dilakukan peningkatan kualitas secara bertahap.

"Yang paling penting dalam waktu dekat jalan bisa fungsional. Kemudian secara bertahap kita tingkatkan sampai pengaspalan," ujarnya.

Sebagai langkah sementara, Pemprov Riau berencana memanggil Pemkab Pelalawan serta perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan tersebut.

Pemerintah akan membahas kemungkinan pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk membantu penanganan jalan, termasuk melalui semenisasi.

"Untuk solusi cepat, kita akan panggil Pemkab Pelalawan dan perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut. Kita akan dorong agar CSR bisa digunakan untuk membantu semenisasi," kata Zulfahmi.

Sementara itu, terkait kritik massa terhadap pembangunan sejumlah proyek di Pelalawan, Zulfahmi tidak memberikan tanggapan. Ia menegaskan Pemprov Riau memilih fokus pada penanganan Jalan Lintas Bono.

"Kita fokus pada penanganan jalannya," tegasnya.

Pemprov Riau memastikan peningkatan Jalan Lintas Bono tetap dilakukan secara bertahap. Pemerintah berharap akses tersebut dapat kembali menunjang mobilitas warga sekaligus memperlancar pengangkutan hasil perkebunan dan aktivitas pendidikan masyarakat.**

#Pemprov Riau

Index

Berita Lainnya

Index