iniriau com, PEKANBARU — Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan program beasiswa bagi mahasiswa dan penghafal Al-Qur’an berlanjut pada 2027. Anggaran yang disiapkan tetap sebesar Rp10 miliar.
Sementara itu, hasil seleksi penerima beasiswa 2026 telah diumumkan. Lebih dari seribu peserta dinyatakan memenuhi persyaratan dan dijadwalkan menerima bantuan pada September 2026.
Beasiswa tahun ini mencakup mahasiswa jenjang D3, S1, S2 dan S3. Bantuan juga diberikan kepada peserta kategori tahfidz dengan hafalan 10 hingga 30 juz.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, Pemko masih mengevaluasi mekanisme penilaian setelah menerima sejumlah masukan dari masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dalam menentukan peringkat penerima. Menurutnya, penilaian dapat dikombinasikan dengan indikator lain, termasuk akreditasi perguruan tinggi.
“Untuk beasiswa sudah diumumkan, dan kami akan mengkoreksi masukan-masukan terkait penilaian IPK,” kata Agung, Jumat (21/8/2026).
Ia menilai sistem seleksi perlu terus disempurnakan agar proses perangkingan dapat memberikan kesempatan yang lebih proporsional kepada para pendaftar.
“Tidak hanya IPK tapi akreditasi dari kampus itu sendiri,” ujarnya.
Agung menyebutkan, Pemko Pekanbaru juga berencana membuka proses pendaftaran beasiswa 2027 lebih awal. Dengan anggaran yang tetap Rp10 miliar, program tersebut diharapkan dapat terus membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan mendukung para tahfidz mengembangkan prestasinya.
Pemko Pekanbaru berharap bantuan pendidikan tersebut tidak hanya meringankan biaya kuliah, tetapi juga menjadi dorongan bagi penerima untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi.**