Ular 4 Meter Lilit Warga Rohil, Korban Kini Koma di Rumah Sakit

Ular 4 Meter Lilit Warga Rohil, Korban Kini Koma di Rumah Sakit
Ilustrasi ular melilit (foto: Kompas.com)

iniriau.com, ROHIL – Aksi nekat seorang warga di Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), untuk menangkap ular sawah berukuran besar berujung petaka. Pria bernama Alsuhaimi saat ini masih menjalani perawatan intensif setelah mengalami sesak napas akibat lilitan ular sepanjang sekitar empat meter.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (18/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Asoka, tepatnya di kawasan jalur pipa air bersih, Kelurahan Sungai Rangau, Kecamatan Rantau Kopar.

Kasi Humas Polres Rohil, Ipda Sofyan, menjelaskan bahwa insiden bermula saat korban bersama anaknya dan seorang rekannya, Mardi, dalam perjalanan pulang menuju Rantau Kopar dari Simpang Petisah, Kabupaten Bengkalis.

"Ketika melintas di lokasi kejadian, korban melihat seekor ular sawah berukuran besar menyeberang jalan. Korban kemudian turun dari kendaraan dengan tujuan menangkap ular tersebut," ujar Sofyan, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, upaya itu sempat dicegah oleh anak korban maupun saksi Mardi. Namun peringatan tersebut tidak dihiraukan. Saat korban berhasil memegang bagian kepala ular, hewan tersebut langsung melilitkan tubuhnya ke badan korban.

"Ular itu melilit tubuh korban hingga ke bagian leher. Akibatnya korban mengalami kesulitan bernapas dan kondisinya semakin melemah," terangnya.

Melihat situasi tersebut, anak korban berupaya melepaskan lilitan ular dengan memukulnya menggunakan kayu. Sementara warga sekitar berdatangan setelah dimintai bantuan oleh saksi yang berada di lokasi.

Setelah perjuangan cukup lama, korban akhirnya berhasil dibebaskan dari lilitan ular. Namun saat itu kondisinya sudah kritis dengan wajah membiru akibat kekurangan oksigen.

Korban segera dibawa ke Puskesmas Rantau Kopar untuk mendapatkan pertolongan pertama. Karena kondisinya tidak kunjung membaik, tenaga medis kemudian merujuknya ke RSUD Mandau.

Kapolsek Rantau Kopar, Iptu Nanang Parindu, mengatakan korban hingga kini masih menjalani penanganan medis secara intensif.

"Saat ini korban masih dirawat dan berada dalam kondisi koma. Kami mengimbau masyarakat agar tidak bertindak sendiri ketika menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan," kata Nanang.

Ia menambahkan, masyarakat sebaiknya segera menghubungi pihak terkait atau orang yang memiliki kemampuan menangani satwa liar agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Jangan mengambil tindakan yang berisiko terhadap keselamatan diri. Kesadaran dan kehati-hatian sangat penting saat berhadapan dengan hewan liar," pungkasnya.**

#Hukrim

Index

Berita Lainnya

Index