iniriau.com, Pekanbaru - Memasuki hari kedua pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), jalur domisili terlihat cukup dominan di beberapa SMP Negeri di Pekanbaru.
Seperti di SMPN 11 Pekanbaru di Jalan Bambu Kuning Tenayan Raya Pekanbaru, hingga hari ini, Selasa (23/6), jumlah calon siswa baru yang mendaftar sebanyak 343 orang.
Dari 343 peserta, sebanyak 257 peserta didik baru mendaftar di jalur domisili, 60 peserta mendaftar di jalur afirmasi, 13 peserta mendaftar melalui jalur prestasi non akademik, dan 11 peserta mendaftar di jalur prestasi akademik, kemudian terdata sebanyak 2 peserta mendaftar di jalur mutasi.
"Memang yang paling dominan itu di jalur domisili, 50% kuotanya. Sejauh ini pelaksanaan SPMB di SMPN 11 belum ada kendala, dan mudah-mudahan semuanya berjalan lancar sampai selesai pelaksanaan SPMB nya," kata Plt Kepala Sekolah SMPN 11 Pekanbaru, Fibriyanti Mutia Amir saat di wawancara iniriau.com, Selasa siang.
Pada pelaksanaan SPMB tingkat SMP, Dinas Pendidikan Pekanbaru menetapkan penerimaan calon siswa baru melalui zona kelurahan.
Pada jalur domisili ini, bagi para peserta didik baru yang tinggal di daerah dekat sekolah tapi memiliki kartu keluarga (KK) ya3ng beda alamat tempat tinggal, tidak bisa mendaftar di sekolah tersebut. Peserta didik harus memiliki KK yang sesuai dengan alamat rumah dan lokasi sekolah.
Sementara itu, di SMP 35 Pekanbaru kuota penerimaan siswa baru sebanyak 250 peserta. Dari 250 kuota peserta didik baru, sebanyak 126 mendaftar melalui jalur domisili, 63 peserta mendaftar di jalur prestasi, 51 peserta mendaftar melalui jalur afirmasi, dan 12 peserta mendaftar melalui jalur mutasi.
"Kita ingatkan kembali kepada orang tua yang mendaftar melalui jalur domisili, perhatikan dengan seksama persyaratannya. Jika jarak sekolah dan rumah dekat, tapi KK berbeda dengan tempat tinggalnya, itu sudah pasti tidak diterima," jelas Panitia Pelaksana SPMB di SMP 35 Pekanbaru Teti, mengakhiri penjelasannya.
Hingga saat ini, pelaksanaan SPMB tingkat SMP di Pekanbaru berjalan lancar, dan berlangsung selama empat hari, mulai dari 22 - 24 Juni 2026.**