Hanya 4 Hari, SPMB Tingkat SMP Dimulai, Akankah Jalur Domisili Bermasalah Lagi?

Hanya 4 Hari, SPMB Tingkat SMP Dimulai, Akankah Jalur  Domisili Bermasalah Lagi?
Panitia pelaksana SPMB tingkat SMP, Senin (22/6). Foto - IG Dinas Pendidikan kota Pekanbaru (foto: Astrid)

iniriau.com, Pekanbaru - Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tingkat SMP, Senin (22/6). Pada tahun 2026 SPMB tingkat SMP tersebut membuka kuota penerimaan calon siswa baru sebanyak 13.318 orang.

Pendaftaran dibuka selama empat hari yaitu 22-24 Juni 2026 dengan sistem online. Jalur penerimaan calon siswa baru tingkat SMP ini juga tidak jauh berbeda dengan penerimaan calon siswa baru di tingkat SMA yaitu, jalur domisili, jalur prestasi, jalur mutasi, dan jalur afirmasi.

Bagi calon siswa baru yang menggunakan jalur domisili, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru juga menerapkan pemetaan wilayah berdasarkan zona kelurahan.

Hanya saja, jalur domisili dari tahun ke tahun SPMB selalu bermasalah. Personel muncul karena banyak orang tua yang mengeluhkan bahwa meskipun rumah mereka hanya "sejengkal" jaraknya dari sekolah, tetapi anak mereka tidak diterima di sekolah tertentu.

"Semoga jalur domisili ini tidak bermasalah  lagi. Tidak ada yang calon siswa titipan yang masuk lewat jalur tol, hingga anak tempatan terpaksa dikorbankan," ujar orangtua calon siswa yang akan mendaftar di SMAN 1 Pekanbaru, Nana, Senin (22/6/26).

Menurut Kasi Kurikulum dan Pengawas SMP Dinas Pendidikan kota Pekanbaru Februartati, jumlah kuota untuk SMP negeri adalah 13.318 siswa.

"Tahun ini kita buka kuota penerimaan sebanyak 13.318 orang. Ada empat jalur penerimaan seperti jalur prestasi, mutasi, dan afirmasi. Jalur domisili kita pakai zona kelurahan," kata Februartati.

Penerimaan SPMB tingkat SMP ini juga dilaksanakan secara online. Para orang tua calon murid baru diminta untuk berhati-hati saat mengisi aplikasi online SPMB.

"Kita minta agar para orang tua berhati-hati saat mengisi aplikasi online SPMB, karena yang bekerja adalah sistem. Salah input data yang rugi adalah peserta sendiri," lanjut Februartati kepada iniriau.com.

Lalu, Dinas Pendidikan kota Pekanbaru juga membuka SPMB tingkat SMP yang memilih jalur afirmasi dengan SMP swasta. Bagi calon siswa baru yang memilih jalur afirmasi SMP swasta ini, dibebaskan biaya SPP selama tiga tahun.

Dinas Pendidikan bekerja sama dengan 23 SMP swasta di Pekanbaru diantaranya,SMP Plus At Thoiba, SMP IT Aziziyyah, SMP IT Darul Fiy Azkya, SMP IT Badrul Islam, SMP Nurul Falah Kulim, SMP Bukit Raya, SMP Dwi Sejahtera, SMP Islam Nurul Hidayah, SMP Nurul Falah, SMP Muhammadiyah 5, SMP IT Masmur 2 School, SMP IT Al-Muhajirin, SMP Masmur, SMP PGRI, SMP Plus Terpadu, SMP Taruna Satria, SMP Telekomunikasi, SMP Tri Bhakti, SMP Pekerti Mulya, SMP Islam YLPI, SMP Tunas Karya, SMP Yabri Terpadu, SMP Widya Graha.

Dinas Pendidikan juga kerjasama dengan pihak SMP swasta yang ada di Pekanbaru. Manfaatkan juga peluang tersebut jika tidak diterima di sekolah negeri. Sekolah swasta tersebut bagus juga," tutup Februartati mengakhiri penjelasannya.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index