Iniriau.com, Pekanbaru - Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Riau, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Tahun 2026 di Hotel Mutiara Merdeka, Pekanbaru, Kamis (05/02).
Rakerda II PHRI Riau tahun ini mengusung tema "Kolaborasi PHRI Bersama Pemerintah Daerah untuk Pemulihan dan Pengembangan Pariwisata Riau."
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, didampingi Ketua PHRI Riau Nofrizal, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Tekad Perbatas, Ketua KADIN Kota Pekanbaru Rizky Bagus Oka, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pekanbaru Akmal Khairi.
Ketua PHRI Provinsi Riau, Ir Nofrizal MM menyampaikan Rakerda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan menyatukan langkah dalam membangun sektor pariwisata Riau yang kuat dan berkelanjutan.
“Tema Rakerda ini menegaskan bahwa kemajuan pariwisata tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, khususnya PHRI,” kata Nofrizal.
Nofrizal menjelaskan, industri hotel dan restoran memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi daerah. Selain menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), sektor ini juga menyerap banyak tenaga kerja.
“Saat ini PHRI Riau memiliki 87 anggota aktif dengan sekitar 5.500 karyawan. Ini menunjukkan besarnya kontribusi sektor hotel dan restoran terhadap PAD dan lapangan kerja,” sebutnya.
Ia menambahkan, sektor perhotelan dan restoran juga membuka peluang kerja bagi lulusan SMK pariwisata, perguruan tinggi, hingga lembaga pelatihan kerja. Di Provinsi Riau terdapat 17 SMK Vokasi Jurusan Pariwisata yang menjadi sumber tenaga kerja bagi industri ini.
Selain itu, industri pariwisata turut mendorong perputaran ekonomi melalui investasi, perbankan, serta aktivitas usaha lain yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk sektor transportasi.
Untuk itu, PHRI berharap dukungan pemerintah daerah dalam bentuk kebijakan yang pro-pariwisata, kemudahan perizinan, kepastian investasi, serta kerja sama promosi dan pengembangan destinasi wisata unggulan.
“PHRI siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah untuk pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegas Nofrizal.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengapresiasi atas pelaksanaan Rakerda II BPD PHRI Provinsi Riau. Katanya, PHRI memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah, khususnya di Kota Pekanbaru yang memiliki cukup banyak hotel dan restoran sebagai penopang aktivitas ekonomi.
“PHRI ini tentu tidak terpisahkan dari pembangunan pariwisata di Provinsi Riau, khususnya di Kota Pekanbaru. Kami mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas pelaksanaan Rakerda PHRI hari ini,” ujar Agung.
Ditambahkan Agung, Pemerintah Kota Pekanbaru siap berkolaborasi dengan PHRI sesuai dengan tema Rakerda, dalam upaya menghadirkan pariwisata yang lebih hidup melalui penyelenggaraan berbagai event.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan pelaku usaha hotel dan restoran, sekaligus berkontribusi terhadap PAD dan pertumbuhan perekonomian Kota Pekanbaru menjadi naik,” ucapnya.
Kegiatan pariwisata yang dirancang dengan kolaborasi PHRI dan pemerintah kota tidak hanya berdampak pada sektor hotel dan restoran, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM dan masyarakat secara luas.
“Setelah Rakerda ini, tentu kami menunggu hasil dan rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah kota untuk ditindaklanjuti bersama,” tutup Agung. **