iniriau.com, PEKANBARU – Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, Abdul Wahid – SF Hariyanto, kini memasuki tahun pertama masa pemerintahan. Dalam periode awal tersebut, Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya menjalankan program pembangunan sesuai dengan visi yang telah ditetapkan.
Visi tersebut dirangkum dalam konsep “Riau Berbudaya Melayu, Dinamis, Ekologis, Agamis dan Maju” atau disingkat Riau Bedelau. Untuk memaparkan capaian serta perkembangan pembangunan selama satu tahun pertama, Pemprov Riau menggelar pertemuan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta awak media.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengakui perjalanan pemerintahan di awal masa jabatan tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ia menyebut adanya dinamika yang menyebabkan perubahan dalam struktur pemerintahan daerah. “Kami menghadapi tantangan pada awal periode yang berdampak pada perubahan konfigurasi pemerintahan. Namun demikian, roda pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan,” ujar SF Hariyanto, Jumat (20/2/2026).

SF Hariyanto menjelaskan dirinya menerima mandat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Riau dari Kementerian Dalam Negeri pada 4 November 2025. Penunjukan tersebut dilakukan setelah Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ia menegaskan bahwa amanah tersebut dijalankan untuk melanjutkan program pembangunan yang telah dirancang bersama sebelumnya. “Saya mendapat kepercayaan untuk meneruskan kepemimpinan Bapak Abdul Wahid dalam membangun Riau agar tetap berjalan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, SF Hariyanto juga mengajak masyarakat Riau untuk memberikan dukungan moral kepada Abdul Wahid yang saat ini tengah menghadapi proses hukum.
“Mari kita doakan Bapak Abdul Wahid agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini. Sementara itu, di sisa masa jabatan yang ada, kami tetap berkomitmen menjalankan program prioritas serta menunaikan janji politik kepada masyarakat,” tambahnya.

Sebagai informasi, visi pembangunan pasangan Abdul Wahid – SF Hariyanto tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Riau. Dalam dokumen tersebut, terdapat sejumlah misi pembangunan, di antaranya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui layanan pendidikan dan kesehatan yang merata serta inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah melalui pemanfaatan sumber daya secara optimal dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Program lainnya mencakup penguatan infrastruktur guna meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempermudah pelayanan publik, serta mendorong aktivitas perekonomian masyarakat.
Pemerintah Provinsi Riau juga menempatkan penanggulangan kemiskinan, pengangguran, serta pengurangan kesenjangan sosial dan wilayah sebagai prioritas pembangunan. Di sisi tata kelola pemerintahan, upaya yang dilakukan antara lain memperkuat sistem pemerintahan yang bersih dan berintegritas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun aparatur yang profesional menuju standar pemerintahan kelas dunia.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan riset, inovasi, serta kerja sama pembangunan melalui pendekatan multi helix partnership, baik dengan daerah lain maupun melalui kolaborasi global. Adapun aspek kebudayaan juga menjadi perhatian penting, yakni dengan menjadikan budaya Melayu sebagai perekat sosial sekaligus nilai dasar dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, harmonis, dan berkeadilan.**(Galeri)