Sungai Tapung Tercemar? Ribuan Ikan Mati, Polisi dan DLH Lakukan Penelusuran

Sungai Tapung Tercemar? Ribuan Ikan Mati, Polisi dan DLH Lakukan Penelusuran
Ikan warga yang mati di Sungai Tapung (foto:Riaupos)

iniriau.com, KAMPAR - Kematian ikan secara besar-besaran di Sungai Tapung, Desa Sekijang, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, memicu respons cepat aparat kepolisian bersama instansi terkait. Tim gabungan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan menyeluruh di sepanjang aliran sungai.

Kapolsek Tapung Hilir, AKP Khairil, menyampaikan bahwa pihaknya segera bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat terkait fenomena tersebut. “Kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi dan melakukan langkah awal penyelidikan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Dalam peninjauan tersebut, polisi berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar serta aktivis lingkungan. Tim melakukan penyisiran menggunakan perahu guna memantau kondisi air dan dampak yang terjadi di sejumlah titik.

Petugas juga mengambil sampel air dari tiga anak sungai, yakni Sungai Kompe, Sungai Banau, dan Sungai Doliek. Sampel itu akan diuji di laboratorium untuk mengetahui penyebab utama kematian ikan yang terjadi secara massal. Dari hasil pemeriksaan awal, parameter dasar seperti suhu dan tingkat kekeruhan air masih berada dalam kondisi normal. 

Kadar oksigen terlarut (DO) tercatat sekitar 3 mg/L. Namun, temuan di lapangan menunjukkan banyak ikan mati yang telah mengapung dan sebagian mulai membusuk. Pihak DLH Kampar menegaskan bahwa kesimpulan terkait penyebab kejadian belum dapat ditentukan sebelum hasil uji laboratorium keluar.

“Hasil pastinya masih kita tunggu dari pengujian sampel di laboratorium,” kata perwakilan DLH.

Di sisi lain, masyarakat setempat mengaku terdampak cukup parah. Arip, salah seorang warga, menyebut kerugian petani keramba ditaksir mencapai lebih dari tiga ton ikan mati. Ia berharap ada langkah tegas dari pihak berwenang untuk mengusut dugaan pencemaran yang disebut-sebut menjadi pemicu kejadian tersebut.

“Kami sangat dirugikan. Kalau benar ini akibat limbah, kami minta segera ditindak,” ujarnya. Saat ini, aparat bersama instansi terkait masih terus berkoordinasi guna mendalami penyebab kejadian sekaligus menentukan langkah penanganan lanjutan.**

#Hukrim

Index

Berita Lainnya

Index