Bupati Zukri Tinjau Kebakaran Lahan Teluk Meranti, Pemadaman Fokus Lahan Gambut

Bupati Zukri Tinjau Kebakaran Lahan Teluk Meranti, Pemadaman Fokus Lahan Gambut
Bupati Pelalawan, H. Zukri, turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Gambut Mutiara Teluk Meranti (Humas Pemkab Pelalawan)

iniriau.com, PELALAWAN — Bupati Pelalawan, H. Zukri, turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Rabu (8/4/2026). Peninjauan ini dilakukan bersama tim patroli terpadu yang melibatkan unsur TNI dan Polri sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan kebakaran di wilayah tersebut.

 

Bupati Pelalawan, H. Zukri, turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Gambut Mutiara Teluk Meranti (Humas Pemkab Pelalawan)

 

Dalam agenda tersebut, Zukri mengikuti patroli udara menggunakan helikopter milik kepolisian untuk memantau kondisi terkini titik api dari udara. Fokus utama penanganan berada di kawasan lahan gambut yang dikenal rawan terbakar di bawah permukaan (ground fire), sehingga membutuhkan metode khusus dalam proses pemadaman.

 

Bupati Pelalawan Zukri dan tim patroli terpadu yang melibatkan unsur TNI dan Polri (foto:Humas Pemkab Pelalawan)

 

Turut mendampingi dalam kegiatan itu sejumlah pejabat dari unsur TNI-Polri, di antaranya Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Haryanto, Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol Ketut, Asops Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Inf Rendra D.A, serta Kapolres Pelalawan AKBP Jhon Louis Letedara.

Setibanya di lokasi, Bupati menyaksikan langsung kerja tim satgas darat yang telah berjibaku selama lebih dari sepekan. Selain pemadaman, tim juga melakukan pembuatan sekat kanal guna menjaga kelembapan lahan gambut dan mencegah api meluas.
Zukri mengapresiasi kerja keras seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla. 

 

Bupati Pelalawan Zukri dan tim patroli terpadu yang melibatkan unsur TNI dan Polri (foto:Humas Pemkab Pelalawan)

 

Ia menegaskan, kehadiran pemerintah daerah di lokasi bertujuan memastikan proses penanggulangan berjalan maksimal dan setiap kendala di lapangan dapat segera diatasi.

“Kami ingin memastikan upaya pemadaman berjalan efektif. Jika ada hambatan, harus segera dicarikan solusi. Penanganan karhutla ini tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga perlu langkah berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa potensi kebakaran masih cukup tinggi, terutama dengan adanya fenomena El Nino yang diprediksi mencapai puncak pada pertengahan tahun. Karena itu, peran masyarakat dinilai sangat penting, khususnya dalam mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar.

Selain itu, Zukri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga masyarakat peduli api. Keterlibatan pihak perusahaan juga akan diperkuat, terutama dalam mendukung langkah pencegahan seperti pembangunan kanal dan penyediaan sarana pendukung di wilayah rawan.

Berdasarkan data sementara, luas lahan yang terdampak karhutla di Kabupaten Pelalawan mencapai sekitar 600 hektare. Meski demikian, sebagian besar titik api telah berhasil dikendalikan, dan saat ini petugas masih melakukan proses pendinginan di beberapa lokasi yang tersisa.**(ADV)

Jerry

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index