iniriau.com, KUANSING – Keberadaan Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), H Juprizal SE MSi, hingga Senin (6/7/2026) masih belum diketahui. Delapan hari sejak operasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuansing pada 29 Juni 2026, Juprizal belum pernah muncul di hadapan publik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim penyidik KPK sempat mendatangi rumah pribadi Juprizal pada hari pertama operasi. Namun, saat penggeledahan dilakukan, yang bersangkutan tidak berada di lokasi.
Penyidik hanya menemui penjaga rumah, sementara tidak ada anggota keluarga yang berada di kediaman tersebut. Putra sulung Juprizal, Rafi, juga dikabarkan sulit dihubungi dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, Rafi mengungkapkan bahwa pada Senin pagi, 29 Juni 2026, ayahnya meninggalkan rumah dengan mengenakan kaus hitam. Menurutnya, Juprizal hanya berpamitan untuk menemui seorang teman tanpa menjelaskan tujuan maupun identitas orang yang akan ditemui.
"Ayah hanya bilang mau menemui teman. Setelah itu kami tidak lagi mengetahui keberadaannya," ungkap Rafi saat memberikan keterangan, Selasa (30/6/2026).
Tak lama setelah Juprizal meninggalkan rumah, sekitar pukul 10.00 WIB, informasi mengenai operasi tangkap tangan KPK di Kabupaten Kuansing mulai beredar luas. Operasi tersebut disertai penyegelan sejumlah ruangan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing, termasuk ruang kerja Ketua DPRD.
Sejak itu, keluarga mengaku telah berupaya mencari Juprizal ke sejumlah lokasi, termasuk ke kampung halamannya di Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik. Namun hingga kini, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Rafi berharap ayahnya dalam kondisi sehat dan dapat segera memberikan kabar kepada keluarga.
Sementara itu, hingga Senin (6/7/2026), belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga maupun aparat penegak hukum mengenai keberadaan Ketua DPRD Kuansing tersebut. Mobil dinas bernomor polisi BM 1766 NK yang biasa digunakan Juprizal juga masih terlihat terparkir di area depan rumah pribadinya.**