iniriau.com, PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mengingatkan masyarakat di Provinsi Riau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi sepanjang Selasa (7/7/2026). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Bella R. Adelia, menjelaskan kondisi cuaca basah sudah mulai terpantau sejak pagi berdasarkan hasil pemantauan radar cuaca.
"Hujan ringan hingga sedang telah terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir. Potensi hujan masih akan meluas ke sejumlah daerah lainnya," ujar Bella.
BMKG memprakirakan wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir dan angin kencang meliputi Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Kampar, serta Rokan Hilir. Kondisi tersebut diprediksi dapat berlangsung mulai pagi, siang hingga sore, dan berlanjut pada malam hari.
Pada periode siang hingga sore, hujan ringan sampai sedang diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Riau. Sementara saat malam, hujan masih berpeluang mengguyur Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir. Adapun memasuki dini hari, cuaca di sebagian besar wilayah diperkirakan berawan hingga berkabut.
BMKG mencatat suhu udara di Riau berada pada kisaran 23-33 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam.
Di sektor perairan, tinggi gelombang diprakirakan berkisar 0,5-1,25 meter atau berada pada kategori rendah. Meski demikian, nelayan maupun pengguna jasa transportasi laut diminta tetap memperhatikan informasi cuaca terbaru sebelum berlayar.
Selain itu, hasil pemantauan titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat 209 titik. Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau terdeteksi memiliki satu hotspot yang berada di Kabupaten Pelalawan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah ini penting guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih dinamis," kata Bella.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar terus memantau informasi prakiraan cuaca terbaru, terutama bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan maupun yang akan melakukan perjalanan, sehingga dapat mengantisipasi dampak cuaca buruk.**