iniriau.com, INHIL – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau meningkatkan upaya penanganan kemunculan harimau Sumatera di Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir. Sejumlah langkah dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus menyelamatkan satwa dilindungi tersebut.
Setelah keberadaan harimau terekam kamera jebak (camera trap), tim BBKSDA kini memasang kandang jebak (box trap) di lokasi yang diduga menjadi lintasan satwa. Pemantauan juga diperkuat menggunakan drone thermal guna mendeteksi pergerakan harimau, terutama pada malam hari dan di kawasan dengan vegetasi lebat.
Humas BBKSDA Riau, Reni, mengatakan tim di lapangan terus melakukan patroli, sosialisasi kepada masyarakat, serta memantau aktivitas harimau untuk menentukan langkah evakuasi yang paling tepat. Selain itu, jumlah personel di lokasi juga telah ditambah guna memperkuat proses penanganan.
"Kami terus melakukan mitigasi, pemantauan, pemasangan box trap, serta menggunakan drone thermal untuk mendukung proses evakuasi," ujarnya, Minggu (2/8).
BBKSDA mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta tidak mendekati maupun mencoba menangkap harimau secara mandiri, serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat keberadaan satwa atau menemukan jejak baru.
- Baca Juga Illusi Pikiran yang Menipu Manusia
Sementara itu, Kepala Desa Danai, Halim, mengatakan proses penanganan harimau masih berlangsung. Menurutnya, warga bersama aparat kepolisian turut membantu tim BBKSDA dalam mengamankan lokasi dan mendukung upaya evakuasi hingga satwa tersebut berhasil dipindahkan ke habitat yang lebih aman.**