Riau Jadi Tuan Rumah Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup WALHI

Riau Jadi Tuan Rumah Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup WALHI
WALHI gelar kegiatan Pekan Rakyat Lingkungan Hidup di Halaman LAMR, Jumat (21/8). Foto Astrid

iniriau.com, Pekanbaru - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan WALHI Riau menggelar kegiatan Pekan Rakyat Lingkungan Hidup Gerakan Pulihkan Indonesia Untuk Keadilan Ekologis, Jumat (21/8) di Balairung Tenas Effendi LAMR.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Datuk Seri Marjohan Yusuf, Ketua Harian LAMR, Ketua Umum Dewan Harian LAMR Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, dan jajaran Forkopimda Riau.

Sementara itu, dari WALHI Nasional, hadir Direktur Eksekutif Nasional WALHI Boy Jerry Evan Sembiring, Ketua WALHI Riau Eko Yunanda, perwakilan WALHI Indonesia, masyarakat adat yang tersebar di sejumlah provinsi di Sumatera seperti Riau, Jambi, Aceh, Bengkulu, Bangka Belitung.

Dalam sambutannya Ketua WALHI Riau Eko Yunanda mengatakan, kegiatan ini adalah agenda tahunan WALHI, dan menunjukan Riau sebagai tuan rumah pelaksana Konsultasi Nasional Lingkungan Hidup (KNLH) WALHI 2026.

Ia lebih lanjut menjelaskan kegiatan itu bukan hanya rapat tahunan pengurus WALHI, namun sebagai ruang konsolidasi untuk berjuang bersama bagi kelangsungan lingkungan hidup.

"Ini bukan hanya agenda tahunan saja, tapi kesempatan untuk memperkuat konsolidasi, dan berjuang bersama untuk kelangsungan lingkungan hidup dan kegiatan sosial lainnya," jelas Eko Yunanda.

Ia mengatakan berbicara lingkungan hidup berarti bicara masa depan agar lingkungan hidup bisa dinikmati oleh generasi masa depan

"Saat ini 60% lingkungan hidup seperti kawasan hutan sudah dikuasai industri ekstraktif. Kemudian, kita juga melihat hingga saat ini, pengakuan pemerintah terhadap masalah lingkungan hidup masih belum belum kuat. Kita berharap, melalui kegiatan hari ini hak rakyat dan lingkungan hidup bisa dipulihkan kembali," kata Eko.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh WALHI. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan status siaga kebakaran hutan dan lahan di Riau, hingga November 2026.

"Kita apresiasi kegiatan tahunan WALHI ini, dan terimakasih sudah menunjuk Riau sebagai tuan rumah pelaksananya. Saat ini kita berada dalam status siaga karhutla hingga November 2026. Sebagai antisipasi karhutla ini, kita sudah berkoordinasi dengan semua stakeholder terkait untuk mencegah dan menekan karhutla tersebut," kata SF Hariyanto.

Sebagai langkah nyata Pemprov Riau untuk mengatasi masalah ekologis, salah satunya adalah memperbaiki lahan gambut yang sudah semakin berkurang.

"Ada sekitar 3,75 hektar lahan gambut yang tersebar di Riau. Saat ini kita sudah mulai memulihkan kembali lahan-lahan gambut tersebut, karena lahan gambut memberikan peluang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," kata SF Hariyanto lagi.

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat, kepada media di Pekanbaru mengatakan agenda WALHI ini adalah sebagai evaluasi terhadap pemulihan lingkungan di daerah.

"Ini adalah contoh dan langkah yang baik dalam mengatasi masalah lingkungan. Kita harapkan WALHI bisa mengawal dan memberikan kerja nyata untuk lingkungan hidup di Indonesia dan di daerah," jelas Jumhur kepada awak media di Pekanbaru, Jumat siang.

Ia mengatakan saat ini masalah karhutla di Riau juga sudah semakin berkurang, dan saat ini kebakaran di lahan konsesi juga sudah jarang dijumpai.

"Kita bisa lihat saat ini yang terbakar itu kawasan hutan, sementara di lahan kawasan konsesi sudah tidak ada lagi yang terbakar. Ini artinya perusahaan-perusahaan sudah menunjukkan komitmennya dan patuh pada perintah negara, dan saya harap hal ini bisa dipertahankan," pungkas Jumhur mengakhiri penjelasannya.**

#Pemerintahan

Index

Berita Lainnya

Index