iniriau.com, PEKANBARU – Kodam XIX/Tuanku Tambusai (TT) merealisasikan 100 persen dana hibah penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Tahap I tahun 2026. Sementara itu, realisasi hibah Polda Riau mencapai 99,43 persen dan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru sebesar 98 persen.
Capaian tersebut terungkap dalam rapat monitoring dan evaluasi (monev) hibah karhutla yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Selasa (13/10/2026).
Rapat dipimpin Sekretaris Kesbangpol Riau, Sri Petri Haryanti, di Ruang Rapat Kesbangpol Riau. Pertemuan ini melibatkan tim evaluasi serta perwakilan tiga instansi penerima hibah.
Sri Petri menekankan bahwa dana yang diberikan pemerintah harus digunakan sesuai peruntukan, khususnya untuk mendukung kegiatan pemadaman kebakaran di lapangan. Anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional, termasuk dukungan personel satgas udara dan bahan bakar minyak (BBM).
“Alokasi dana hibah ini difokuskan secara ketat untuk operasional pemadaman titik api dan tidak diperbolehkan untuk komponen di luar operasional utama,” ujarnya.
Selain menilai capaian penggunaan anggaran, rapat tersebut juga membahas kelengkapan dokumen dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan hibah berjalan transparan dan sesuai peraturan.
Untuk pencairan hibah Tahap II, pengajuan dari Kodam XIX/TT sudah dalam proses. Sementara Polda Riau dan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru masih menyelesaikan administrasi internal.
Kesbangpol Riau berharap seluruh tahapan penyaluran dan pertanggungjawaban hibah dapat diselesaikan dengan baik sehingga anggaran yang disediakan benar-benar mendukung upaya penanggulangan karhutla di Riau.**