iniriau.com, Pekanbaru – Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat 35.910 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama 19 Agustus hingga 17 Oktober 2026. Kota Pekanbaru mendominasi dengan 10.020 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan data tersebut merupakan akumulasi kasus di kabupaten/kota selama hampir dua bulan, termasuk pasien yang menjalani kontrol dan pengobatan ulang.
“Kasus ISPA yang tercatat sebanyak 35.910 kasus. Namun, angka ini tidak seluruhnya disebabkan oleh karhutla karena termasuk pasien yang kontrol atau berobat ulang,” ujar Zulkifli, Sabtu (17/10/2026).
Selain Pekanbaru, jumlah kasus cukup tinggi ditemukan di Kabupaten Kampar sebanyak 4.830 kasus, Bengkalis 4.382 kasus, Siak 3.675 kasus, dan Dumai 3.413 kasus.
Selanjutnya, Pelalawan mencatat 2.227 kasus, Indragiri Hulu 1.810 kasus, Kuantan Singingi 1.355 kasus, Rokan Hulu 987 kasus, Rokan Hilir 311 kasus, dan Indragiri Hilir 84 kasus.
Dinkes Riau mengimbau masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit penyerta, agar meningkatkan perlindungan diri saat kualitas udara memburuk.
Warga juga disarankan menggunakan masker penyaring polutan saat diperlukan. Sementara itu, fasilitas pelayanan kesehatan diminta memantau dan melaporkan penyakit yang berpotensi berkaitan dengan paparan asap, seperti ISPA, pneumonia, iritasi mata dan kulit, serta asma.**